Follow detikFinance
Kamis 12 Jan 2017, 11:01 WIB

Pernyataan Trump Beri Sentimen Negatif Pada Dolar AS

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Pernyataan Trump Beri Sentimen Negatif Pada Dolar AS Foto: Tim Infografis, Mindra Purnomo
Jakarta - Dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah terhadap rupiah setelah sempat menguat tipis kemarin sore. Berdasarkan data perdagangan Reuters, Kamis (12/1/2017), dolar AS pagi ini berada di kisaran di Rp 13.285 dibandingkan posisi sore kemarin di Rp 13.328.

Secara umum, terpantau Dollar index turun 0.30% ke level 101.70 pasca konferensi pers perdana Trump sebagai Presiden terpilih.

Hal ini diyakini lantaran jawaban Trump mengenai bagaimana hubungannya dengan Rusia serta bagaimana cara keluarga Trump menghindari conflict of interest dengan bisnis yang dijalaninya.

Demikian disampaikan Analis Global Market Bank Mega, James Evan Tumbuan dalam risetnya seperti dikutip detikFinance, Kamis (12/1/2017).

Selain itu, hal yang utama membuat Dollar melemah terhadap majors adalah anggapan para pelaku pasar yang melihat ketidakjelasan rencana kebijakan fiskal Trump.

Dari bursa saham, Wall street ditutup positif dimana NASDAQ, DJIA serta S&P 500 berakhir di zona hijau dengan (+0.2-0.5%). US Treasury 10 Y kembali menjadi pilihan, terkait ketidakpastian kebijakan Trump dengan penguatan yield sebanyak 2.5 basis points ke level 2.350%.

Di level regional, mata uang Yen kembali menjadi preferensi market pasca sentimen market ke Amerika. Secara grafik harian, Yen masih berpotensi menguat dengan 114.52 sebagai level support baru untuk chart 4 jam.

Dampak melemahnya Dollar, Sterling kembali rebound tadi malam. Secara long term, Sterling masih dalam trend bearish meskipun tadi malam sempat menembus 1.2220. Sterling hari ini bergerak di range 1.2130-1.2191. Sedang Euro terlihat flat hari ini dengan bergerak di range sempit 1.0527-1.0607. Dolar Australia dalam trend bullish berdasarkan chart harian dengan target resisten 0.7500

Pergerakan dalam negeri, melemahnya dollar terhadap majors ikut membuat Rupiah menguat dengan level support 13.260 dan target resisten 13.325. Rupiah di buka di angka 13.290 hari ini, setelah IHSG kemarin kembali mengalami koreksi ke 5.301,12.

Penguatan bursa saham secara global nampaknya ikut mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini dimana Index Harga Saham Gabungan diperkirakan berada di range 5.275-5.350. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed