Mayoritas indeks sektoral ditutup menguat, penguatan tertinggi dipimpin oleh sektor aneka industri yang naik 0.87% diikuti oleh sektor perkebunan yang menguat 0.65%. Sementara itu, sektor consumer goods terkoreksi 0.59%. Perdagangan kemarin nampaknya masih sepi, di mana total nilai perdagangan di pasar reguler hanya Rp 3.94 triliun. Pelaku pasar asing tercatat melakukan aksi jual bersih senilai Rp 115.34 miliar. Adapun nilai tukar rupiah terapresiasi 0.22% ke level 13,333.
Dari Bursa Asia mayoritas indeks ditutup menguat, penguatan tertinggi dipimpin oleh indeks TWSE yang naik 0.67% ke level 9,354.53. Sementara Indeks Nikkei dari bursa Jepang jatuh ke level terendah dalam lebih dari sebulan terahir pada hari Selasa dengan turun sebesar 1.48% ke level 18,813.53.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks utama bursa AS ditutup terkoreksi pada awal perdagangan minggu ini, penurunan tersebut di dorong oleh anjloknya saham transportasi.
Selain itu kekhawatiran atas kebijakan perdagangan proteksionis oleh Donald Trump, presiden terpilih AS mendorong dolar ke level terendah dalam lebih dari sebulan di mana yield obligasi juga mengalami penurunan sebagai akibat dari investor yang ingin mengurangi risiko.
Bioteknologi dan farmasi saham menurun setelah Trump mengatakan dalam sebuah wawancara Washington Post dia akan merencankan mengganti Obamacare. Indeks Dow Jones turun 0.3% ke level 19,826.77, S&P 500 melemah 0.3% ke level 2,267.89 dan Nasdaq terkoreksi 0.63% ke level 5,538.73.
Tingginya kekhawatiran atas kebijakan Donald Trump dan potensi kesalahan kebijakan AS meningkat tajam bulan ini. Selain itu investor juga masih wait and see hingga rilisnya laba kuartalan untuk memulai strategi investasi.
Kami perkirakan hari ini IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan terkoreksi dan akan bergerak di kisaran 5,245-5,298. Secara teknikal, indikator stochastic oscillator sudah membentuk deadcross pada area overbought, RSI lemah dan histogram MACD negatif. (ang/ang)











































