Terdapat176 saham naik, 124 saham turun, 114 saham tidak bergerak, dan 160 saham tidak ditransaksikan. Sebanyak sembilan dari 10 indeks sektoral bergerak menguat, dipimpin oleh sektor agribisnis yang naik 1,78% dan aneka industri yang menguat 0,97%.
Pelaku pasar asing membukukan aksi jual beli bersih senilai Rp 66.36 miliar. Adapun nilai tukar rupiah terkoreksi (-0,11%) ke level Rp13.347 per dolar AS, setelah bergerak di kisaran Rp13.309-Rp13.348.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Investor juga masih menunggu pidato Gubernur Federal Reserve Janet Yellen pada kebijakan moneter untuk petunjuk tentang prospek suku dan ekonomi.
Akhir perdagangan semalam, indeks utama Bursa Wall Street ditutup mixed dengan mayoritas berada di teritori positif. Indeks Dow Jones ditutup turun 0,11%, ke level 19,804.72, S & P 500 menguat 0,18% ke level 2,271.89 dan Nasdaq naik 16,93 0,31% ke level 5,555.65.
Penguatan yang terjadi pada indeks S&P 500 di dorong oleh kenaikan saham di sektor keuangan yang meningkat 0.8% pasca Janet Yellen selaku Gubernur The Fed mengatakan "make sense" untuk secara bertahap menaikkan suku bunga. Hal tersebut dikemukakan seiring dengan jumlah lapangan kerja AS yang meningkat diikuti laju inflasi yang mendekati 2%.
Sektor keuangan telah mengalami rally sejak pemilu pilpres AS pada bulan November 2016 seiring dengan ekspektasi pelaku pasar terhadap kebijakan baru Trump yang akan mendukung pasar.
Namun ingar-bingar reli pasca-pemilu pada saham AS nampaknya telah melambat dalam beberapa pekan terakhir karena investor masih wait and see atas implementasi program kampanye Trump.
IHSG bergerak dalam fase konsolidasi dengan membentuk homing pigeon candle. Indikator stochastic oscillator masih bearish dan histogram MACD juga masih negatif. Sementara, RSI terlihat menguat. Kami perkirakan hari ini IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas di kisaran 5,278-5,345. (ang/ang)











































