Harga CPO tersebut masih berpeluang naik terkait faktor eksternal yang terjadi di Malaysia yang menyebabkan turunnya produksi CPO di negara tersebut.
Faktor apakah itu? Apakah harga saham CPO masih akan menguat hari ini? Ada apa dengan BWPT?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound dan menguat 0,53% ke level 5.294,78 pada perdagangan sore kemarin.
Pasar masih wait and see terkait pelantikan Trump serta pidato PM Inggris Theresa May yang mengubah dugaan pasar dari hard Brexit menjadi soft Brexit masih akan menjadi sentimen penggerak IHSG. Hari ini IHSG masih akan bergerak mixed dalam range 5250-5320.
Indeks Dow Jones pada perdagangan hari ini mulai menguat 0,05% ke level 19.744 setelah sebelumnya sempat tergelincir akibat pidato Theresa May yang mengatakan ada kemungkinan akan terjadinya Hard Brexit.
Diakuisisi FELDA, BWPT Naik Tajam
Kabar baik kembali menghampiri saham PT Eagle High Plantation Tbk (BWPT), sehingga mendorong harganya melonjak pada perdagangan 18 Januari 2017 kemarin.
Emiten sawit terafiliasi dengan Grup Rajawali yang dikendalikan taipan Peter Sondakh ini semakin dekat untuk diakuisisi oleh perusahaan asal Malaysia, Federal Land Development Authority (FELDA). Felda mendapatkan pinjaman dari pemerintah Malaysia.
Meski tidak disebutkan berapa nominal yang dipinjam, Shahrir Abdul Samad yang mengatakan pinjaman tersebut cukup untuk membiayai akuisisi 37% saham BWPT. Artinya, Felda yang dimiliki pemerintah Malaysia tersebut semakin dekat memiliki dana untuk akuisisi.
Perlu ditekankan, bahwa pinjaman yang diberikan pemerintahan Malaysia tidak akan melibatkan jaminan pemerintah (government guarantee).
Sebelumnya, diberitakan Felda akan menjual kepemilikan di Maybank untuk mendapatkan dana demi mengambil alih sebagian saham BWPT. Jenderal Muzammil Mohd Nor selaku Wakil Direktur Felda mengatakan, petinggi Felda masih tetap akan mengumpulkan dana melalui jalur lainnya dan kemudian akan meningkatkan pinjaman ke Felda.
Diberitakan juga sebelumnya, grup Rajawali dan anak usaha FELDA yaitu FIC Properties Sdn Bhd (FICP) telah meneken kesepakatan dan akan memperoleh 37 persen saham BWPT senilai US$ 505,4 juta atau sekitar Rp 6,57 triliun. (Asumsi kurs Rp 13.000 per dollar Amerika)
Terlepas dari kabar akuisisi tersebut, harga minyak sawit mentah (crude palm oil) kembali merangkak naik, sehingga memberikan sentimen positif bagi perusahaan sawit secara umum. Per tanggal 17 Januari, harga CPO di bursa Malaysia untuk kontrak April mengalami rebound ke harga MYR 3159 per ton.
Peluang kenaikan harga CPO masih terbuka seiring dengan masalah cuaca yang menekan produksi Malaysia dan akan mencapai puncaknya pada kuartal pertama 2017.
Pemulihan kondisi perkebunan di Malaysia diperkirakan membutuhkan waktu yang lebih lama. Dampaknya sejumlah saham CPO diuntungkan dengan adanya katalis ini, termasuk BWPT.
BWPT merupakan salah satu saham yang direkomendasikan dalam Premium Access sejak tanggal 3 Januari 2017 ketika masih di level harga Rp 270 per lembar, dan kemarin ditutup di level Rp 320 per lembar, atau sudah menguat 18%, dan masih akan melanjutkan tren naiknya. (ang/ang)











































