Demikianlah riset Analis Global Market Bank Mega, James Evan Tumbuan seperti dikutip detikFinance, Jumat (27/1/2017).
Dolar kembali menjadi pilihan seiring dengan ekspektasi data PDB AS nanti malam. Pagi ini DXY berada di 100.50. Data fundamental AS dirilis dibawah ekspektasi market dimana tingkat klaim pengangguran meningkat 12000 klaim dibandingkan dengan bulan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Regional
Penguatan pada dolar membuat mata uang majors anjlok lebih 40 pips. Sterling turun 76 pips ke 1.2596 pagi ini dari level tertinggi intraday 1.2672 dimana secara teknikal sterling sedang terkonsolidasi sedangkan berdasarkan Daily Chart GBP/USD masih berpotensi kembali lagi ke level 1.26an.
Level resistance selanjutnya berada di 1.2630. Yen terus melemah terhadap dolar AS dimana berdasarkan chart 4H mencoba tiitik tahanan atas 114.85. Sentimen terkait pelemahan yen adalah pernyataan Shinzo Abe yang menyebutkan akan mengadakan kerjasama bilateral dengan Trump seusai AS keluar dari TPP.
Indonesia
Dolar AS pagi ini Rp 13.360-13.370 seiringan dengan rebound dolar AS terhadap majors tak terkecuali emerging markets. Index Harga Saham Gabungan kemarin ditutup positif +0.45% ke level 5317.63. Yield obligasi pemerintah Indonesia benchmark 10 tahun hari ini diperkirakan berada di range 7.590%-7.650%. Sri Mulyani menyebutkan bahwa inflasi diperkirakan akan meningkat ke 4% di tahun ini setelah di tahun lalu Inflasi Indonesia berada di 3.02% (mkj/mkj)











































