BWPT - Belanja modal
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
EXCL - Kinerja FY 2016
PT XL Axiata (EXCL) membukukan laba bersih FY 2016 senilai Rp 375.5 Miliar Vs rugi bersih Rp 25.3 Miliar pada 2015 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh pencatatan laba kurs senilai Rp 286 Miliar tahun lalu dibandingkan pencatatan rugi kurs Rp 2.54 Triliun pada 2015. Tahun lalu EXCL membukukan penurunan pendapatan sebesar 6.7%Yoy menjadi Rp 21.3 Triliun. EXCL membukukan penurunan laba operasi sebesar 46.3%Yoy menjadi Rp 1.69 Triliun tahun lalu.
PPRO - Kinerja FY 2016
PT PP Properti (PPRO) membukukan kenaikan laba bersih FY 2016 sebesar 21.6%Yoy menjadi Rp 365.4 Miliar Vs Rp 300.3 Miliar pada 2015 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan sebesar 42.8%Yoy menjadi Rp 2.15 Triliun tahun lalu. PPRO membukukan kenaikan laba operasi sebesar 31.6%Yoy menjadi Rp 507.3 Miliar tahun lalu.
WIKA- Kontrak baru
PT Wijaya Karya (WIKA) membukukan kontrak baru senilai Rp 5.1 Triliun bulan Januari. Kontrak tersebut sekitar 11.7% dari target tahun ini yang dipatok sebesar Rp 43.2 Triliun ditambah kontrak carry over perseroan sebesar Rp 59.69 Triliun. Saat ini WIKA tengah bernegosiasi dengan Pemerintah terkait kontrak pembangkit listrik senilai Rp 1.7 Triliun. Tahun ini WIKA menargetkan laba bersih sebesar Rp 1.2 Triliun, naik lebih dari 50% dari laba non-audit pada 2016 senilai Rp 940 Miliar.
WSBP - Target kontrak baru
PT Waskita Beton Precast (WSBP) menargetkan kontrak baru 1Q 2017 sebesar Rp 3 Triliun, naik dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu Rp 677 Miliar. Perolehan kontrak baru WSBP hingga akhir Januari telah mencapai Rp 1.4 Triliun. Beberapa kontrak baru diharapakan berasal dari proyek tol Legundi-Bunder senilai Rp 800 Miliar dan juga perseroan akan menerima pemesanan produksi beton untuk proyek tol Jakarta-Cikampek Elevated senilai Rp 1 Triliun. Perseroan menargetkan perolehan kontrak 2017 sebesar Rp 12.3 Triliun. (ang/ang)











































