Follow detikFinance
Rabu 01 Feb 2017, 08:38 WIB

Kiwoom Securities: Menanti Data Inflasi Januari

Kiwoom Securities - detikFinance
Jakarta - Melemahnya Dow Jones dan mixed-nya bursa regional belum dapat memberikan dukungan menjelang keluarnya data inflasi. IHSG masih berada di kisaran negatif setelah kembali gagal melakukan penguatan kemarin. Serta, adanay sentimen jual asing berpotensi mendorong pelemahan lanjutan. Sehingga, kami memperkirakan IHSG akan berada di kisaran negatif hari ini.



BWPT - Belanja modal

PT Eagle High Plantation (BWPT) mengalokasikan dana belanja modal Rp 400 Miliar tahun ini, relatif sama seperti alokasi tahun lalu. BWPT tidak berencana agresif ekspansi tahun ini dan masih akan fokus pada penyelesaian pabrik. BWPT tengah menghentikan pengembangan lahan cadangan sebagai upaya menghemat modal, dimana dana dialihkan ke proyek peningkatan kapasitas pabrik di Papua. BWPT menginvestasikan dana hingga Rp 250 Miliar dengan target operasional pabrik tahun ini. Selain pabrik di Jayapura, BWPT juga tengah mengkaji area tanam dan pabrik di Sorong. Sumber pendanaan belanja modal berasal dari kombinasi kas internal dan pinjaman eksternal.



EXCL - Kinerja FY 2016

PT XL Axiata (EXCL) membukukan laba bersih FY 2016 senilai Rp 375.5 Miliar Vs rugi bersih Rp 25.3 Miliar pada 2015 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh pencatatan laba kurs senilai Rp 286 Miliar tahun lalu dibandingkan pencatatan rugi kurs Rp 2.54 Triliun pada 2015. Tahun lalu EXCL membukukan penurunan pendapatan sebesar 6.7%Yoy menjadi Rp 21.3 Triliun. EXCL membukukan penurunan laba operasi sebesar 46.3%Yoy menjadi Rp 1.69 Triliun tahun lalu.



PPRO - Kinerja FY 2016

PT PP Properti (PPRO) membukukan kenaikan laba bersih FY 2016 sebesar 21.6%Yoy menjadi Rp 365.4 Miliar Vs Rp 300.3 Miliar pada 2015 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan sebesar 42.8%Yoy menjadi Rp 2.15 Triliun tahun lalu. PPRO membukukan kenaikan laba operasi sebesar 31.6%Yoy menjadi Rp 507.3 Miliar tahun lalu.



WIKA- Kontrak baru

PT Wijaya Karya (WIKA) membukukan kontrak baru senilai Rp 5.1 Triliun bulan Januari. Kontrak tersebut sekitar 11.7% dari target tahun ini yang dipatok sebesar Rp 43.2 Triliun ditambah kontrak carry over perseroan sebesar Rp 59.69 Triliun. Saat ini WIKA tengah bernegosiasi dengan Pemerintah terkait kontrak pembangkit listrik senilai Rp 1.7 Triliun. Tahun ini WIKA menargetkan laba bersih sebesar Rp 1.2 Triliun, naik lebih dari 50% dari laba non-audit pada 2016 senilai Rp 940 Miliar.



WSBP - Target kontrak baru

PT Waskita Beton Precast (WSBP) menargetkan kontrak baru 1Q 2017 sebesar Rp 3 Triliun, naik dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu Rp 677 Miliar. Perolehan kontrak baru WSBP hingga akhir Januari telah mencapai Rp 1.4 Triliun. Beberapa kontrak baru diharapakan berasal dari proyek tol Legundi-Bunder senilai Rp 800 Miliar dan juga perseroan akan menerima pemesanan produksi beton untuk proyek tol Jakarta-Cikampek Elevated senilai Rp 1 Triliun. Perseroan menargetkan perolehan kontrak 2017 sebesar Rp 12.3 Triliun. (ang/ang)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed