Sebelumnya pada rapat 30 November 2016, anggota OPEC sepakat untuk memangkas produksi sebesar 1,2 juta bph menjadi 32,5 juta bph mulai awal 2017.
Lalu, para anggota OPEC kembali setuju untuk menurunkan suplai baru sebesar 558.000 bph. Ini berarti, OPEC berjanji akan memangkas produksi minyak sebesar 1,8 juta bph menjadi 31,9 juta bph atau kurang lebih 10% lagi menuju target yang direncanakan akan tercapai pada awal tahun 2017 ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun Oman sebagai perwakilan non-OPEC lainnya sudah memotong produksi sebanyak 45.000 bph. Namun demikian, negara yang tidak termasuk dalam perjanjian dalam meningkatkan produksi, seperti Brasil, Kanada, dan AS. Pertumbuhan produksi mereka diperkirakan mencapai 750.000 bph pada 2017.
Proyeksi IEA
IEA memperkirakan akan tetap terjadi kenaikan permintaan terhadap minyak melebihi suplai hingga awal semester pertama tahun ini. Pertumbuhan permintaan minyak yang terpenuhi pada 2016 mencapai 1,6 juta bph, sedangkan tahun ini sebesar 1,4 juta bph.
Kunci pertumbuhan terjadi pada kuartal IV/2016 karena cuaca dingin yang meningkatkan permintaan, di samping penyerapan jangka panjang dari China, India, dan negara-negara non OECD.
Dengan asumsi OPEC melakukan pemangkasan produksi seperti pada tingkat Januari 2017, maka pasar global akan mengalami defisit sekitar 600.000 bph.
Hal ini memberikan sentimen positif terhadap saham-saham di sektor pertambangan dan minyak seperti BIPI, ELSA, MEDC dan ENRG.
Saham-saham tersebut merupakan saham yang sangat volatil, high reward and high risk.
Proyeksi IHSG
Pagi hari ini, Senin 13 Februari 2017, 2 hari sebelum Pilkada DKI Jakarta, tidak terasa saat ini kita sudah memasuki hari ke 44 di tahun 2017.
Saya bersyukur bahwa selama kurang dari 44 hari trading sejak bulan Januari 2017 yang lalu, selama periodei 3 Januari β 3 Februari 2017, melalui Premium Access, top 10 performa saham yang ditradingkan dalam periode tersebut berkisar dari 26% sampai lebih dari 100%.
Apakah tidak ada yang rugi ? Pastinya ada beberapa saham yang kena proteksi, dan saya juga sering menginfokan proteksi dari saham2 pribadi saya, dan rata2 kerugian berkisar 3% sd maks 7% saja.
Bagaimana caranya mendapatkan profit seperti itu, adalah dengan fokus pada pola harga lebih besar.
Hari ini IHSG masih akan bergerak terkonsolidasi, seiring dengan berbagai ketidak pastian terkait penantian kebijakan Donald Trump.
Oleh karena itu, saham lapis 2 masih akan melenggang.
Saham-saham energi terkait minyak masih potensi melaju seperti ENRG, ELSA, MEDC.
OPEC mematangkan perjanjian antara negara produsen minyak, untuk menjaga kestabilan dan perdagangan harga minyak dunia.
Dengan terealisasinya 90% janji negara-negara yang tergabung dalam OPEC, dengan ini OPEC semakin dekat dengan terpenuhi perjanjian utamanya untuk menjaga harga minyak dunia.
Sementara itu, proyeksi dari Badan Energi Internasional (IEA) semakin menyemarakkan perdagangan minyak dunia. Seperti apa proyeksinya?
Apakah sentimen ini berpengaruh signifikan terhadap saham-saham di Indonesia?
Sementara itu, reformasi pajak Trump pada pekan kemarin memberikan pengaruh yang cukup kuat terhadap IHSG. Bagaimana pengaruhnya?
IHSG pada akhir pekan lalu ditutup hampir stagnan, dengan pelemahan 0,01% di level 5,371.67, padahal sebelumnya IHSG sempat menguat hingga 0,39% ke level 5,393.09.
Pembalikan arah IHSG ini, merupakan pengaruh dari Trump yang ambisius untuk melakukan reformasi pajak di negara Amerika.
Sentimen tersebut juga mengakibatkan terjadinya capital outflow di Indonesia, investor asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp 430,06 miliar.
Hingga perdagangan pekan terakhir, Dow Jones terus menguat menembus rekor tertingginya dengan penguatan sebesar 0,48% di level 20,269.37. (ang/ang)











































