Demikianlah riset Analis Global Market Bank Mega, James Evan Tumbuan seperti dikutip detikFinance, Selasa (14/2/2017).
Bursa saham AS serta obligasi pemerintah mencatatkan kenaikan pada perdagangan sebelumnya. Sentimen mengenai rencana pajak dari Presiden AS Donald Trump yang tentunya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, masih menjadi perhatian investor
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Regional
Ketidakpastian ekonomi dari Trump serta Brexit pada sebelumnya memperlambat laju pertumbuhan ekonomi Uni Eropa dari 1,7% pada tahun lalu menjadi 1,6% untuk proyeksi tahun ini. Euro turun 40 pips pada perdagangan Eropa mencoba level support harian 1,0574. Aussie stabil di 0,7655 seiring dengan harga tembaga yang meningkat tajam ke sejak 2015.
Data fundamental yang akan berpengaruh pada pergerakan market pagi ini adalah data inflasi China yang akan dirilis pagi ini dan diprediksi meningkat menjadi 2,4%.
Indonesia
Indeks Harga Saham Gabungan +0.71% ke 5409,56. Rupiah pagi ini dibuka menguat ke 13.320/US$ setelah kemarin di tutup 13.335/US$. Yield obligasi pemerintah Indonesia terlihat turun mengantisipasi pidato Yellen nanti malam. Rentang pergerakan yield obligasi pemerintah Indonesia hari ini di 7,450%-7,510% (mkj/ang)










































