Sementara itu sektor pertambangan mengalami penurunan 0,77%. Sebanyak 156 saham ditutup naik dan 159 saham turun, serta 119 stagnan. Beberapa saham yang menjadi penguat indeks di antaranya: MYRX, ASII, AGRO dan BBRI. Minimnya katalis positif dari dalam negeri membuat pergerakan indeks relatif terbatas.
Pelaku pasar asing tercatat melakukan aksi jual bersih senilai Rp 334,08 milliar. Adapun nilai tukar rupiah terapresiasi 0,15% ke level 13.331.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari Bursa Eropa mayoritas indeks ditutup terkoreksi. Koreksi yang terjadi pada indeks utama Eropa dikarenakan rilisnya laba emiten pertambangan yang mengecewakan. Selain itu, turunnya harga komoditas juga ikut menjadi katalis negatif untuk perdagangan di bursa Eropa. Harga minyak Brent dan WTI masing-masing turun ke level US$ 56,09 per barel dan US$ 54,04 per barel. Harga minyak mentah tertekan oleh mmeningkatnya data persediaan minyak mentah AS selama tujuh minggu berturut-turut.
Indeks FTSE 100 melemah 0,38% ke level 7.243,7, CAC 40 turun 0,94% ke level 4.845,24 dan DAX terkoreksi 1,20% ke level 11.804,03.
Kami perkirakan hari ini IHSG masih memiliki potensi untuk melanjutkan penguatan. Secara teknikal, IHSG sudah menembus level support MA25, indikator stochastic oscillator bullish, RSI kuat dan histogram MACD positif. Kami perkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 5.350-5.410. (wdl/wdl)











































