Bagaimana dampaknya terhadap pasar keuangan, berikut analisa dari James Evan, Analis Global Market Bank Mega, seperti dikutip detikFinance, Senin (27/2/2017).
Amerika Serikat
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks dolar AS kembali membalik setelah Jumat lalu ditutup di angka 100.85. Yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun hingga 2,3%, menunjukkan investor shifting portofolio yang lebih aman seperti obligasi pemerintah AS.
Data fundamental ekonomi pada Jumat lalu menunjukkan penjualan rumah di AS meningkat 3,7% menjadi 550.000 unit di bulan lalu.
Regional
Yen menembus level support 112,50 dimana pada perdagangan Asia dibuka di angka 112.25.Secara teknikal yen menuju 111,75 sebagai support harian. Dari data regional beberapa negara Uni Eropa akan menghadapi data inflasi dimana secara keseluruhan data inflasi Uni Eropa secara year on year diperkirakan akan sama dengan bulan lalu di angka 1,8%.
EUR/USD hari ini diperkirakan berada di rentang 1,0526-1,0581.
Indonesia
Rupiah pada Jumat lalu ditutup di angka 13.330/US$. Di mana rupiah secara long term masih sideways dengan support 13.270. Volatilitas yang berpotensi membuat rupiah melemah terlihat akan terjadi di minggu ini menjelang pidato Trump pada 28 Februari mendatang serta beberapa data AS yang akan dirilis minggu ini. Rentang pergerakan rupiah diprediksi berada di angka 13.300-13.380/US$.
(mkj/mkj)











































