AKRA - Kinerja FY 2016
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
HMSP - Kinerja FY 2016
PT Hanjaya Mandala Sampoerna (HMSP) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 23.1% Yoy menjadi Rp 12.76 Triliun tahun lalu Vs Rp 10.36 Triliun pada tahun 2015. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan penjualan sebesar 7.2% Yoy menjaadi Rp 95.47 Triliun ada tahun lalu. Laba kotor HMSP naik 9.6% Yoy menjadi Rp 23.85 Triliun tahun lalu. Naiknya kinerja laba bersih juga didukung oleh pembukuan penghasilan keuangan senilai Rp 854.07 Miliar tahun lalu Vs Rp 99.11 Miliar pada tahun 2015.
SRIL - Rencana ekspor produk non seragam ke Arab
PT Sri Rejeki Isman (SRIL) tengah menyiapkan ekspansi pasar ekspor ke Arab Saudi setelah kedatangan Raja Arab Saudi ke Indonesia membuka kesempatan bagi pelaku bisnis manufaktur. Selama ini SRIL telah mengekspor produk seragam militer yang digunakan tentara kerajaan Arab Saudi dengan kontribusi kurang dari 1% dari total pendapatan. SRIL berencana meningkatkan ekspor produk selain pakaian militer dan saat ini perseroan juga berusaha menambah kapasitas produksi yang masih dalam tahap pengerjaan.
TLKM - Kinerja FY 2016
PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 24.9% Yoy tahun lalu menjadi Rp 19.4 Triliun Vs Rp 15.5 TRiliun pada 2015 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan sebesar 13.5% Yoy menjadi Rp 116.3 Triliun tahun lalu dengan laba usaha tercatat naik 21% Yoy menjadi Rp 39.19 Triliun.
WSBP - Rencana pembangunan dua pabrik baru
PT Waskita Beton Precast (WSBP) akan membangun dua pabrik baru di Kalimantan dan Sumatera Utara dengan kapasitas masing-masing 300,000 ton per tahun. Sebelumnya WSBP telah membangun dua pabrik di Jawa Tengah dan Sumatera Selatan. Untuk pabrik di Kalimantan dan Sumatera utara, WSBP mengalokasikan dana investasi senilai total Rp 1.1 Triliun dengan sumber dana berasal dari kas internal yang merupakan dana hasil IPO pada September 2016 lalu. WSBP telah memiliki 10 pabrik beton precast berkapasitas total 2.65 juta ton per tahun. WSBP berharap hingga 2018 memiliki 13 pabrik. Manajemen WSBP memperkirakan pabrik mulai dibangun pada awal 2Q 2017. Saat ini masih membahas design dan proses izin untuk pabrik di Kalimantan sementara pabrik di Sumatra masih dalam tahap penentuan lokasi. (ang/ang)











































