IPO - PT Alfa Energi
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CTRA & MYRX - Proyek komersial di Maja
PT Ciputra Development (CTRA), melalui anak perusahaan PT Ciputra Residence, akan memulai pembangunan proyek komersial Citra Maja Raya (Banten) tahun ini. Citra Maja Raya berdiri diatas lahan seluas 2,000 Ha, merupakan proyek kerja sama dengan PT Hanson International (MYRX). Proyek ini dirancang dengan konsep transit oriented development dengan titik simpul transportasi Stasiun Kereta Api Maja sebagai faktor ekonomis proyek tersebut. Proyek komersial di daerah tersebut juga akan segera dimulai sehingga pekerjaan kontruksi proyek residensial dan komersial dapat diselesaikan bersamaan.
HERO - Rencana ekspansi
PT Hero Supermarket (HERO) berencana melakukan ekspansi dengan menambah gerai tahun ini. HERO berencana membuka 5 gerai Giant Extra di wilayah Sumatera, Sulawesi, dan Jawa Timur. Selain itu, perseroan juga akan menambah tiga gerai Hero Supermarket di Jawa Timur dan Jawa Barat. Seiring penambahan gerai, HERO juga tengah berupaya meraih kenaikan total penjualan karena tahun lalu lini bisnis makanan mengalami penurunan penjualan. Sampai dengan akhir tahun 2016 perseroan telah mengoperasikan 448 toko yang terdiri dari 55 Giant Ekstra, 147 Giant Ekspress dan Hero Supermarket, 245 Guardian, dan satu Gerai IKEA.
PRDA - Belanja modal
PT Prodia Widyahusada (PRDA) mengalokasikan dana belanja modal Rp 400 Miliar tahun ini untuk mendukung pengembangan usaha dalam 5 tahun kedepan. Dalam jangka waktu investasi tersebut PRDA berencana menambah 33 unit laboratorium klinik. PRDA juga berencana membangun klinik khusus lansia (senior health center) untuk melengkapi klinik khusus anak-anak (children health care) dan wanita (women health center). Kebutuhan dana belanja modal akan berasal dari hasil IPO tahun lalu dengan jumlah perolehan dana senilai Rp 1.28 Triliun.
TLKM - Target pendapatan
PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) menargetkan pendapatan tahun ini tumbuh sebesar 15% hingga 16% dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp 116.33 Triliun. Perseroan masih mengandalkan bisnis digital untuk meningkatkan pendapatan tahun ini. Untuk mendukung kenaikan pendapatan TLKM mengalokasikan belanja modal tahun ini sebesar Rp 23.26 Triliun hingga Rp 29.08 Triliun yang akan dialokasikan untuk ekpansi di industri mobile sebesar 60%, pembangunan infrastruktur sebesar 30%, dan 10% untuk infrastruktur lain. Selain itu, Perseroan juga akan memperluas coverage layanan 3G dan 4G di seluruh Indonesia dengan menambah BTS. (ang/ang)











































