Follow detikFinance
Kamis 09 Mar 2017, 11:05 WIB

3 Sentimen Utama Saham Perbankan

Ellen May - detikFinance
3 Sentimen Utama Saham Perbankan Foto: Istimewa
Jakarta - Dunia perbankan merupakan salah satu tiang penentu tingkat ekonomi suatu negara. Seperti apa peranannya?

Bicara mengenai Indonesia, tidak lepas dari pertumbuhan ekonomi. Seperti apa sih keadaan ekonomi dunia saat ini? Apakah benar poros perekonomian dunia telah berubah?

Perbankan merupakan sektor utama yang mengendalikan pertumbuhan perkonomian di Indonesia. Fungsi utama bank yang memberikan pelayanan jasa di bidang keuangan membuat segala hal yang berkenaan dengan makroekonomi dapat memberi dampak pada pergerakan saham perbankan itu sendiri.

Lalu, apa sajakah hal yang menggerakkan sektor perbankan tersebut? Bagaimana pengaruhnya? Sambil menyeduh kopi Anda di pagi hari ini, simak semuanya hanya di #Kopipagi 9 Maret 2017.

Sempat menembus level 5400, kini IHSG kembali mengalami koreksi akibat potensi kenaikan The Fed. Bagaimana pergerakannya? Mari kita lihat dalam review pagi ini.

IHSG pada perdagangan sore kemarin ditutup berada di zona merah, dengan pelemahan sebesar 0,16% di level 5,393.76. Pelemahan IHSG ini lebih disebabkan oleh keadaan geopolitik yang semakin memanas di dunia, seperti pemilu Belanda, Jerman dan Prancis, ketegangan di semenanjung korea, referendum pemisahan diri Skotlandia, hingga peluncuran rudal korut.

Dow Jones hingga pada pagi ini punmasih bergerak melemah, dengan pelemahan sebesar 0,33% ke level 20,855.73. Oleh karena itu, saya lihat IHSG masih akan bergerak mixed dalam range konsolidasinya 5345-5410.

Sektor perbankan merupakan tiang utama perkembangan ekonomi suatu negara. Lalu, hal-hal apa saja yang dapat meningkatkan pertumbuhan perbankan tersebut? Berikut ulasannya.

Kondisi Perbankan dan Ekonomi Di Indonesia

Pembangunan sektor keuangan, terutama perubahan susunan atau struktur perbankan di Indonesia sangat diharapkan dapat membawa perubahan yang positif bagi perekonomian nasional.

Mengapa? Karena lembaga keuangan, khususnya perbankan memiliki peran yang sangat penting terhadap pergerakan roda perekonomian Indonesia.

Ketika negara sedang melakukan proses pemulihan ataupun peningkatan ekonomi, umumnya hal tersebut akan langsung tergambarkan oleh kondisi bank, mengingat fungsi utamanya sebagai lembaga intermediasi keuangan internasional.

Kondisi kesehatan lembaga keuangan ini juga dapat dilihat dari rasio perbandingan jumlah kredit yang diberikan pada pihak ketiga (LDR/ Loan to Deposit Ratio) oleh bank tersebut.

Peranan intermediasi lembaga perbankan sangat berpengaruh pada pertumbuhan perekonomian suatu negara. Ketika terjadi penurunan jumlah kredit yang disalurkan akibat sikap kehati-hatian dari pihak bank, secara tidak langsung akan terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi di negara yang bersangkutan.

Sebagai Informasi, terdapat 3 tugas pokok lembaga perbankan, yaitu menyalurkan kredit, tempat penyimpanan uang, dan tempat lalu lintas peredaran uang.

Akibat hal tersebut, beberapa sentimen berikut ini akan sangat mempengaruhi pergerakan dari saham-saham di perbankan, di antaranya:

- Kenaikan outlook utang Indonesia
Beberapa waktu yang lalu, perusahaan pemeringkat kredit di Jepang The Japan Credit Rating Agency, Ltd (JCR) menaikkan outlook sovereign credit rating Indonesia dari posisi stable menjadi positive.

Kenaikan rating tersebut terjadi akibat 2 faktor utama, yaitu perbaikan iklim investasi yang didorong oleh berbagai kebijakan ekonomi dari BI dan pemerintah. Serta perlambatan utang luar negeri swasta seiring dengan diimplementasikannya prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan utang luar negeri korporasi nonbank yang diatur oleh otoritas moneter.

Selain itu, Implementasi 14 paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia juga berhasil meningkatkan daya saing industri, daya beli masyarakat, investasi, ekspor, efi siensi sektor logistik serta pariwisata. Berkat perbaikan tersebut, saat ini JCR mengafirmasi rating utang Indonesia di posisi BBB- atau sudah masuk ke dalam level investment grade.

-Program Tax Amnesty
Sebelum membahas Tax Amnesty, apa itu Tax Amnesty? Tax amnesty merupakan pengampunan atau pengurangan pajak terhadap property yang dimiliki oleh perusahaan maupun perseorangan. Jadi, jika Anda memiliki pajak yang belum terbayarkan pada tahun-tahun sebelumnya, Anda cukup membayarkan pajak pada tahun ini dan seluruh pajak yang belum pernah Anda bayarkan sebelumnya akan dianggap lunas.

Tujuan utama Tax Amnesty ini ialah untuk menarik dana orang kaya di Indonesia yang mengendap di negara asing. Sebentar lagi, masa Tax Amnesty akan segera berakhir pada bulan Maret ini. Hingga tanggal 7 Maret kemarin, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat dana amnesti pajak yang masuk mencapai Rp 113 triliun dalam bentuk tebusan, dan Rp 145 triliun yang berupa dana repatriasi.

Dengan kata lain, jumlah dana yang telah kembali dan masuk ke dalam kas negara sudah mencapai Rp 258 triliun. Hal ini, tentunya akan dapat membantu meningkatkan perekonomian serta pembangunan negara dengan menggunakan dana tersebut.

-Cadangan Devisa
Selasa kemarin, telah rilis data cadangan devisa Indonesia. Jumlah cadangan devisa tersebut dirilis naik sesuai prediksi yang meningkat hingga US$ 119,9 miliar pada bulan Februari, dari US$ 116,89 miliar pada Januari lalu.

Hal utama yang menyebabkan kenaikan tersebut ialah dikarenakan berhasil terjaganya stabilitas kurs rupiah terhadap mata uang asing. Selain itu, kenaikan CaDev ini juga didukung oleh penerimaan pajak yang terus meningkat, devisa ekspor migas, utang luar negeri yang menurun serta hasil lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valas.

Selain sentimen di atas, kuatnya perekonomian Indonesia pun juga didukung oleh kenaikan ekspor, serta adanya kenaikan harga pada beberapa hasil komoditas andalan Indonesia. Hal tersebut merupakan sentimen positif untuk saham-saham seperti BBRI, BBNI, BBCA dan BMRI yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, meskipun saat ini sedang berada dalam masa konsolidasi.

Salam profit,

Ellen May (ang/ang)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed