Follow detikFinance
Senin 13 Mar 2017, 09:48 WIB

3 Sentimen untuk Saham-saham Infrastruktur

Ellen May - detikFinance
3 Sentimen untuk Saham-saham Infrastruktur Foto: Istimewa
Jakarta - Pada tahun 2030, Indonesia dapat menjadi negara kelima dengan ekonomi terbesar di dunia. Lho kok bisa ? Apa yang bisa menyebabkan ekonomi Indonesia menjadi sebesar itu ? Adakah dampaknya ke saham ?

Sebelum itu, mari lihat dulu perdagangan pada Jumat kemarin. IHSG minggu lalu ditutup di level 5,390.68 atau melemah -0,22%. Pelemahan IHSG ini dipengaruhi oleh sepinya transaksi perdagangan pada indeks serta pelemahan pada sektor komoditas terutama harga minyak dunia.

Dari bursa Amerika, Indeks Dow Jones ditutup menguat hingga 0,21% di level 20,902.98, diikuti dengan penguatan EIDO hingga 0,53% di level 24,64.

Fondasi dari pertumbuhan suatu negara adalah infrastrukturnya. Hal inilah yang membuat Presiden Jokowi terus menggenjot pertumbuhan infrastruktur di Indonesia.

Sektor infrastruktur sendiri pada tahun 2014 kemarin menguat signifikan dipicu sentimen terpilihnya Jokowi sebagai Presiden Indonesia periode 2014-2019. Kebijakan-kebijakan yang dijanjikan oleh Jokowi pada masa kampanyenya didominasi oleh kebijakan untuk membangun di sektor infrastruktur.

Dan pada tahun 2016, pemerintah Indonesia mengadakan program Tax Amnesty yang bertujuan untuk memulangkan harta-harta Warga Negara Indonesia yang tersimpan di negara lain. Dengan adanya program Tax Amnesty ini, pemerintah mendapatkan pemasukan dari tebusan tax amnesty dan dapat meningkatkan dana aliran ke sektor infrastruktur.

Namun akhir-akhir ini, pergerakan harga saham sektor infrastruktur masih stagnan. Lalu bagaimana kedepannya? Apakah sektor ini akan terus menguat atau malah melemah?

Gairah Sektor Infrastruktur Di Tahun 2017

Jika dibandingkan dengan sejumlah negara ASEAN, pembangunan infrastruktur Indonesia masih cukup tertinggal. Untuk itu, Pemerintah mulai melancarkan aksinya untuk meningkatkan laju pembangunan infrastruktur tersebut. Berikut 3 sentimen utama yang akan membangkitkan gairah di sektor infrastruktur:

1. Sri Mulyani siapkan dana hingga Rp 387 triliun untuk sektor infrastruktur.

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengalokasikan dana infrastruktur sebesar Rp 387,3 triliun di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017. Angka ini naik signifikan Rp 70,2 triliun dari realisasi APBN-Perubahan 2016 sebesar Rp 317,1 triliun.

2. 21 proyek infrastruktur pemerintah senilai Rp 119,58 triliun

Baru-baru ini, pemerintah telah mencanangkan akan melakukan pembangunan 21 proyek infrastruktur senilai Rp119,58 triliun melalui skema pembiayaan kerjasama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Adapun, 21 proyek tersebut terdiri dari proyek pelabuhan sebanyak, jalan tol, transportasi berbasis rel, pengolahan air minum, pengolahan air, dan proyek telekomunikasi.

3. UU baru terkait jasa konstruksi

Pemerintah dan DPR baru saja merampungkan Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi. Aturan ini menggantikan UU Jasa Konstruksi Nomor 18 tahun 1999, yang sudah berlaku selama kurang lebih 17 tahun.

Dalam UU baru ini diatur dari hulu sampai hilir tentang jasa konstruksi baik mengenai rantai pasok, delivery system dalam sistem pengadaan barang dan jasa serta mutu konstruksi mutu, serta kebutuhan dalam penyelesaian sengketa konstruksi.

Pada UU sebelumnya, tidak adanya perlindungan serta masalah sengketa dan belum jelasnya tata cara pembangunan dari hulu hingga hilir menyebabkan tidak banyak orang yang ingin masuk ke industri ini. Adanya perubahan UU ini diharapkan akan meningkatkan daya saing industri jasa konstruksi dalam negeri di era persaingan global.

Dari sentimen-sentimen diatas, tentunya ke-3 hal tersebut merupakan sentimen positif untuk sektor infrastruktur. Namun tidak hanya sektor infrastruktur saja yang berpotensi untuk menguat, sektor konstruksi juga akan terkena imbasnya, terutama ADHI, WIKA dan JSMR yang memenangkan proyek pemerintah.

Meskipun begitu, sentimen tersebut tidak akan langsung memberikan dampak instan terhadap pergerakan harga saham tersebut. Namun, untuk kedepannya, saham-saham sektor infrastruktur masih memiliki prospek yang cerah. (mkj/mkj)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed