Sementara itu saham BINA dari FTA beberapa hari yang lalu sudah naik 25% pada perdagangan kemarin. Beberapa sentimen penyebab kenaikan harga saham ini adalah aksi korporasi seperti right issue dan buyback.
Tinggal 1 hari lagi menjelang keputusan The Fed. Apakah The Fed akan menggenjot pertumbuhan ekonomi Amerika dengan melakukan kenaikan suku bunga seperti yang sedang heboh dibicarakan saat ini?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, IHSG pada perdagangan sore kemarin ditutup menguat sebesar 0,41% di level 5,431.58. Menguatnya IHSG ini diperkirakan berkat kondisi ekonomi serta makroekonomi Indonesia yang cukup stabil. Berbeda dengan IHSG, Dow Jones beberapa hari ini terus mengalami pelemahan. Pagi ini Dow Jones ditutup melemah sebesar 0,21% ke level 20,837.37.
Seperti halnya Bank Indonesia, The Federal Reserve merupakan bank utama di Amerika yang menentukan perubahan terhadap suku bunga Amerika. Namun, bedanya penentuan ini berpengaruh terhadap global, mengingat posisi Amerika sebagai negara adikuasa terbesar di dunia.
Lalu, bagaimana jika suku bunga tersebut naik? Apakah itu berarti semua saham akan bergerak turun?
Dampak Kenaikan The Fed
Seperti yang sudah saya jelaskan tadi, keputusan The Fed merupakan penentu pergerakan indeks pasar saham di dunia. Lalu, bagaimana efeknya jika The Fed benar-benar menaikkan suku bunganya pada bulan ini seperti yang sudah ramai dibicarakan orang-orang? Berikut, 2 efek utama kenaikan The Fed:
1. Dikhawatirkan terjadi aliran dana investor asing keluar dari negara berkembang termasuk Indonesia. Artinya dana tersebut kemudian masuk ke Amerika. Investor cenderung mencari imbal hasil yang relatif menguntungkan, kemudian akan membeli aset Amerika sehingga kemungkinan menjual aset rupiah. Namun, hal tersebut tidak perlu terlalu dikuatirkan mengingat adanya beberapa sentiment positif di Indonesia dan juga tingkat suku bunga di Indonesia masih jauh lebih tinggi daripada di Amerika.
2. Terjadi tekanan terhadap mata uang negara berkembang di Asia termasuk rupiah. Terdapat korelasi antara rupiah dengan IHSG. Biasanya jika rupiah mengalami pelemahan, IHSG juga akan melemah. Hal ini dikarenakan pelemahan rupiah diiringi oleh dolar Amerika yang menguat signifikan. Permintaan terhadap dolar yang mengalami peningkatan membuat investor asing beralih sementara kedalam perdagangan mata uang. Hal ini yang menyebabkan aliran dana dari investor asing keluar dari pasar modal Indonesia. Sehingga menyebabkan IHSG mengalami pelemahan.
Namun, tahukah Anda bahwa ternyata kenaikan The Fed tersebut tidak hanya berdampak buruk seperti mengakibatkan melemahnya IHSG saja. Akan tetapi juga dapat berdampak positif terhadap beberapa saham, terutama saham-saham komoditas karena perusahaan-perusahaan ini menggunakan dolar sebagai mata uang utama dalam perdagangannya. Beberapa-beberapa saham di bidang komoditi, seperti HRUM, DOID, ITMG, AALI dan LSIP.
Lalu, bagaimana cara menyikapi potensi kenaikan The Fed tersebut? Tidak perlu terlalu kuatir, karena pada kenaikan suku bunga The Fed yang sebelumnya pasar merespon dengan normal, karena berita ini sudah terdiskon / sudah diantisipasi oleh pasar jauh-jauh hari sebelumnya.
Selain itu, meski dalam jangka pendek respon pasar tidak terlalu baik, namun secara jangka panjang kenaikan suku bunga ini akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Amerika, dan secara langsung juga berdampak terhadap ekonomi Indonesia.
Beberapa saham dari Hot List Premium Access, seperti BBTN, BNGA dan BJTM sudah mulai menguat 8-11%.
Salam profit,
Ellen May (ang/ang)











































