Pelemahan terdalam dipimpin oleh sektor perkebunan yang turun 0.65% diikuti oleh sektor konsumsi yang melemah 0.21%. Sementara itu, sektor pertambangan ditutup naik 0.69%. Beberapa saham yang menjadi penggerak indeks pada perdagangan kemarin diantaranya : MYRX, TLKM, BBRI, BBCA dan MEDC. Pelaku pasar asing tercatat membukukan nilai beli bersih senilai Rp 229.2 miliar.
Indeks utama bursa Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan semalam (15/03) pasca The Fed menaikkan suku bunga untuk kedua kalinya dalam tiga bulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut menjadi sentimen positif terhadap market, karena lebih dari 90% pelaku pasar mengharapkan kenaikan suku bunga tersebut. Namun, Janet Yellen mengatakan bahwa mereka tidak memiliki rencana dalam mempercapat laju pengetatan moneter.
Yellen menekankan bahwa kedepan suku bunga AS akan meningkat secara bertahap hingga tahun 2019 dengan target pengangguran pada tahun ini bisa turun menjadi 4.5% dan inflasi berada diatas 2%. Indeks Dow Jones menguat 0.54% ke level 20,950.1, S&P 500 naik 0.84% ke level 2,385.26 dan Nasdaq terangkat 0.74% ke level 5,900.05.
Adapun beberapa data ekonomi AS yang turut menjadi katalis positif indeks yaitu, inflasi bulan Februari tercatat sebesar 0.1% (mom) atau 2.7% (yoy) sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar. Selain itu indeks penjualan ritel AS pada bulan Februari tumbuh 0.1% sesuai dengan perkiraan.
Kami perkirakan hari ini IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terbatas. Secara teknikal, terbentuknya doji pada IHSG kemarin mengindikasikan tekanan beli dan jual yang kuat.
Indikator stochastic oscillator bullish didukung oleh histogram MACD positif. Sementara RSI dan MFI bearish. Kami perkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 5,378-5,487. (ang/ang)











































