Follow detikFinance
Senin 20 Mar 2017, 08:59 WIB

Kiwoom Securities: Aksi Beli Asing Berlanjut

Kiwoom Securities - detikFinance
Kiwoom Securities: Aksi Beli Asing Berlanjut Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Melemahnya bursa regional dapat memberikan sentimen negatif. IHSG masih melanjutkan penguatan diikuti oleh berlanjutnya aksi beli asing minggu lalu. Namun demikian, terbentuknya pola evening doji star dan tren overbought berpotensi menghambat kenaikan. Sehingga, kami memperkirakan IHSG akan berada di area negatif pada hari ini.



AISA - Belanja modal

PT Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA) mengalokasikan belanja modal tahun ini sebesar Rp 560 Miliar. Dana belanja modal akan dialokasikan untuk bidang industri beras sekitar Rp 95 Miliar dan Rp 465 Miliar untuk industri makanan lainnya. Sisa belanja modal akan digunakan perseroan untuk membiyai penambahan infrastruktur dan pembelian mesin baru. Sumber balanja modal berasal dari kombinasi kas internal sebesar 35% dan pinjaman bank sebesar 65%. Manajemen menargetkan pendapatan mencapai Rp 7.6 Triliun tahun ini.



INTP - Target penjualan semen

PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) menargetkan kenaikan penjualan semen sekitar 3%-5% tahun ini. Tahun lalu INTP mencatatkan penurunan penjualan semen sebesar 2.9%Yoy menjadi 16.6 juta ton. Tahun ini, INTP memperkirakan masih ada oversupply semen sekitar 37 juta ton. Selain optimis meraih kenaikan penjualan dikarenakan kondisi pasar yang lebih baik, INTP juga menerapkan strategi end user program dengan program beli semen mendapatkan hadiah. Selain itu beroperasinya pabrik baru P14 berkapasitas 4.4 juta ton per tahun di Citeureup dapat menggantikan dua pabrik yang sudah tua sehingga akan mengurangi beban produksi sekitar US$ 7-8 per ton. Tahun ini, INTP menganggarkan belanja modal senilai Rp 1.7 Triliun hingga Rp 1.8 Triliun untuk membangun dua proyek greenfield atau brownfield dengan kapasitas masing-masing 2.5 juta ton per tahun di Jawa Tengah dan di luar pulau Jawa.



KAEF - Ekspansi apotek

PT Kimia Farma (KAEF) berencana menambah 100 apotek baru tahun ini dengan target memiliki 1,000 apotek hingga akhir tahun 2017. Selain pulau Jawa, KAEF akan menambah apotek di wilayah Indonesia Bagian Timur dengan alokasi dana ekspansi mencapai Rp 200 Miliar. Pada akhir tahun lalu KAEF telah menambah 175 apotek baru dan memiliki sebanyak 900 apotek. Penambahan apotek menjadi ekspansi strategis bagi KAEF karena kontribusi dari penjualan apotek sekitar 40% terhadap total penjualan KAEF. Selain itu KAEF juga tengah dalam tahap pembangunan pabrik bahan baku obat kimia dengan kapasitas 30 ton per tahun di Kawasan Industri Delta Silicon 1 Lippo Cikarang Industrial Park (Bekasi) bekerja sama dengan PT Sungwun Pharmacopia Co. Ltd dengan investasi Rp 132 Miliar dan target beroperasi pada tahun 2018.



KIJA - Peluncuran produk komersial

Anak perusahaan PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA), PT Grahabuana Cikarang , meluncurkan produk properti komersial berupa kawasan ruko Hollywood Boulevard dan SOHO Cortes tahap II di Jababeka Residence, Cikarang (Jawa Barat). Ruko 2.5 lantai dengan luas tanah/luas bangunan 50/90 ditawarkan mulai Rp 1.6 Miliar per unit sedangkan SOHO Cortes 2 lantai dengan luas bangunan 60 M² ditawarkan mulai Rp 600 Juta per unit.



SMBR - Kinerja FY 2016

PT Semen Baturaja (SMBR) membukukan penurunan laba bersih 2016 sebesar 26%Yoy menjadi Rp 259.09 Miliar VS Rp 348.34 Miliar pada 2015 lalu kendati membukukan kenaikan penjualan sebesar 4%Yoy menjadi Rp 1.52 Triliun. Laba operasi tercatat naik 2% Yoy menjadi Rp 328.42 Miliar pada 2016 lalu.



UNVR - Kinerja FY 2016

PT Unilever Indonesia (UNVR) membukukan kenaikan laba bersih FY 2016 sebesar 9.2%Yoy menjadi Rp 6.39 Triliun. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan penjualan sebesar 9.8%Yoy menjadi Rp 40.05 Triliun tahun lalu. Laba operasi UNVR naik 9.7%Yoy menjadi Rp 8.71 Triliun tahun lalu.



WIKA - Bisnis kawasan industri

PT Wijaya Karya (WIKA) akan melakukan diversifikasi bisnis dengan mengembangkan 4 kawasan industri tahun ini. WIKA mengalokasikan 30% atau Rp 3.6 Triliun dari total belanja modal senilai Rp 12 Triliun untuk investasi di kawasan industri. Anak perusahaan WIKA, PT Wika Realty, akan membangun kawasan industri Paranglo Makassar seluas 81 Ha bekerja sama dengan BUMN China, China Construction Thirteenth Bureau Co. Ltd., dimana Wika Realty memiliki porsi 30% saham dan mitranya 70% saham. Sementara kawasan industri kedua di Jawa Timur dalam proses pembebasan lahan dengan lahan seluas 200 Ha hingga 300 Ha. Kawasan Industri ketiga di Banten dalam proses pembebasah lahan dengan total pengembangan seluas 200 Ha sementara kawasan industri terakhir dikembangkan di Bitung (Sulawesi Utara) seluas 300 Ha hingga 400 Ha dalam proses MoU dengan Pemerintah Sulawesi Utara. (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed