Follow detikFinance
Senin 20 Mar 2017, 09:56 WIB

Dana Asing Diperkirakan Masuk ke Obligasi

James Evan - detikFinance
Jakarta - Dollar index mencapai level terendah semenjak 7 Februari pada jumat malam menyentuh 99.97. Pasca Kenaikan suku bunga acuan The Fed market kembali beralih pada mata uang majors.Dari data fundamental hal yang membuat melemahnya dollar terhadap majors adalah data Industrial Production US yang tidak mengalami peningkatan dibandingkan bulan lalu.

"Untuk minggu ini berita yang perlu ditunggu adalah pidato Jannet Yellen (Gubernur The Fed ) pada kamis mendatang mengenai bagaimana arah kebijakan The Fed lanjutan. Selain itu pada akhir minggu pemerintah US akan merilis data Durable Goods Order atau total pembelian bahan baku oleh industri manufaktur.," kata Analis Bank Mega, James Evan, dalam risetnya, Senin (20/3/2017).

Theresa May akan mengadakan roadshow ke negara-negara persemakmuran britania raya sebelum melaksanakan Brexit pada akhir maret. Negara pertama yang akan dikunjungi adalah Wales.

Sterling pagi ini terkoreksi setelah highest level intraday di 1.2405. Secara moving average (100) chart 4H, GBP/USD masih berada di atas trendline di mana support level berada di 1.2304. Minggu ini UK akan merilis data Inflasi, konsensus menunjukkan 2.1% vs 1.8% pada bulan lalu.

Dari bursa saham Asia, Yen bullish di 112.60 pada pembukaan market Asia.Safe haven currency kembali menjadi pilihan market.Yield obligasi pemerintah Australia benchmark 10Y turun 3bps ke level 2.83%.

Terkait melemahnya dollar di akhir sesi perdagangan jumat lalu Rupiah berpotensi menguat di range 13300-13370. Pembukaan pasar spot pagi ini 13338. Inflow dana asing diperkirakan kembali akan masuk ke sektor obligasi, yield oblgasi pemerintah Indonesia turun ke 7.167% atau level terendah di tahun 2017.

"Untuk hari ini range pergerakan yield obligasi benchmark 10 Y di 7.000%-7.600%," katanya. (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed