BBTN - OJK membatasi aktivitas operasional
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KAEF - Kinerja FY 2016
PT Kimia Farma (KAEF) membukukan kenaikan laba bersih 2016 sebesar 2.3%Yoy menjadi Rp 267.41 Miliar Vs Rp 261.43 Miliar pada tahun 2015. KAEF membukukan kenaikan pendapatan sebesar 19.6%Yoy menjadi Rp 5.81 Triliun tahun lalu dengan kenaikan laba operasi sebesar 13.2%Yoy menjadi Rp 442.82 Miliar. Kinerja laba bersih terkikis oleh pembukuan rugi kurs senilai Rp 3.92 Miliar tahun lalu (laba kurs Rp 0.1 Miliar pada 2015) serta kenaikan beban keuangan sebesar 62.4%Yoy menjadi Rp 59.8 Miliar tahun lalu.
RALS - Penjualan treasury stock
PT Ramayana Lestari Sentosa (RALS) berencana menjual treasury stock dari hasil program buyback saham mulai 16 April 2017 hingga 15 April 2020. Dana hasil penjualan saham akan dijadikan sebagai salah satu opsi pendanaan. RALS berencana membuka sekitar 5 gerai baru tahun ini. Manajemen belum menentukan target harga penjualan saham. Sebelumnya RALS menganggarkan Rp 400 Miliar untuk buyback saham dan yang terealisasi senilai Rp 339.9 Miliar untuk membeli kembali 373.18 miliar lembar saham.
TBIG- Kinerja FY 2016
PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG) membukukan kenaikan laba bersih 2016 sebesar 104%Yoy menjadi Rp 1.52 Triliun Vs Rp 747.38 Miliar pada periode sama tahun lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan sebesar 8%Yoy menjadi Rp 3.71 Triliun. Laba operasi tercatat naik 12%Yoy menjadi Rp 2.97 Triliun.
TPIA - Rencana ekspansi
PT Chandra Asri Petrochemical (TPIA) akan memulai studi kelayakan untuk membangun dan mengoperasikan sebuah kompleks petrokimia Terintegrasi kedua senilai US$ 4 hingga US$ 5 Miliar. Sesuai rencana, kompleks petrokimia kedua terletak di Cilegon (Banten) berdekatan dengan kompleks pertama. Komplek petrokimia kedua akan menempati lahan seluas 100 Ha, relatif sama dengan luas kompleks pertama 120 Ha. Komplek Petrokimia kedua tersebut akan mencakup cracker ethylene berkapasitas 1 juta ton per tahun dan berbagai turunannya. Perseroan memperkirakan studi kelayakan berlangsung selama satu tahun hingga 2018 dan diharapkan kompleks petrokimia kedua selesai pada 2021-2022.
WSKT - Target proyek jalan tol
Manajemen PT Waskita Karya (WSKT) menargetkan dapat mengelola ruas jalan tol sepanjang 1,839 Km pada tahun 2019. Pengelolaan jalan tol dilakukan melalui anak perusahaan, PT Waskita Toll Road (WTR), dimana saat ini WTR tercatat mengelola 17 ruas tol sepanjang 960.2 Km. WSKT optimis target perolehan konsesi ruas tol dapat tercapai melalui berbagai upaya antara lain berupa amandemen perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) yang telah dimiliki sepanjang 86 Km. WSKT juga tengah mengikuti tender ruas jalan tol sepanjang 194 Km, mengajukan ruas tol prakarsa sepanjang 378 Km, serta rencana akuisisi ruas tol sepanjang 219 Km. (ang/ang)











































