Follow detikFinance
Senin 03 Apr 2017, 08:38 WIB

OSO Securities: IHSG Cenderung Melemah

OSO Securities - detikFinance
OSO Securities: IHSG Cenderung Melemah Foto: Ari Saputra
Jakarta - Menutup perdagangan pada akhir pekan kemarin, IHSG ditutup turun 0,44% level 5.568,10. Sepanjang pekan kemarin IHSG naik tipis 0,02% atau lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya yang menguat 0,48%. IHSG sempat menyentuh level tertingginya pada pekan kemarin dengan menyentuh level 5.581,18.

Mayoritas indeks sektoral ditutup terkoreksi, koreksi terdalam dipimpin oleh sektor consumer goods yang turun 1,25% diikuti oleh sektor manufaktur yang melemah 0,83%. Sementara itu sektor properti dan perkebunan berhasil menguat dengan masing-masing naik 0,61% dan 0,52%. Pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih senilai Rp 269,3 miliar.

Beberapa sentimen positif yang menjadi penggerak indeks selama sebulan kamrin yaitu positifnya kinerja emiten pada tahun 2016 dan pencapaian program tax amnesty yang cukup baik.

Indeks utama bursa Wall Street ditutup terkoreksi pada akhir pekan kemarin seiring dengan sikap investor yang mempertimbangkan sejumlah laporan ekonomi yang rilis. Indeks Dow Jones turun 0,31% ke level 20.663,22, S&P 500 melemah 0,23% ke level 2.362,72 dan Nasdaq terkoreksi 2,61% ke level 5.911,74.

Beberapa data ekonomi AS yang rilis pada akhir pekan kemarin yaitu, pendapatan pribadi AS pada bulan Februari meningkat 0,4% atau US$ 57,7 miliar. Selain itu pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) meningkat 0,1% atau US$ 7,4 miliar di bawah ekspektasi 0,2%. Secara tahunan indeks harga PCE naik 2,1% (YTD). Sementara itu sentimen konsumen AS pada bulan Maret berada di level 96,9 atau berada di bawah konsensus 97,6. Saat ini pelaku pasar juga mulai memperhatikan komentar pejabat-pejabat The Fed. Di mana, presiden Fed New York, William Dudley, mengatakan bahwa perkiraan The Fed akan menaikan suku bunga lebih dari dua kali pada tahun ini masuk akal.

Kami perkirakan hari ini IHSG bergerak mixed dengan kecenderungan melemah di tengah penantian rilisnya data inflasi bulan Maret. Secara teknikal, indikator stochastic oscillator bearish dengan membentuk deadcross, selain itu RSI lemah dan histogram MACD negatif. Kami perkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 5.510-5.578. (wdl/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed