OSO Securities: IHSG Masih Rentan Profit Taking

OSO Securities: IHSG Masih Rentan Profit Taking

OSO Securities - detikFinance
Rabu, 05 Apr 2017 08:49 WIB
OSO Securities: IHSG Masih Rentan Profit Taking
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Pasca tembus ke level 5.600, akhir perdagangan kemarin IHSG kembali mencatatkan penguatan dengan naik 0,80% ke level 5.651,82 atau level tertingginya sepanjang sejarah setelah bergerak di kisaran 5.608,52-5.654,40.

Penguatan IHSG kemarin inline dengan terkendalinya inflasi, di mana pada bulan Maret tercatat deflasi sebesar 0,02%. Hal tersebut direspons positif oleh pelaku pasar karena dianggap pemerintah mampu mengendalikan kenaikan harga bahan-bahan pokok, sehingga baik pelaku pasar domestik maupun asing optimistis target pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini di kisaran 5,1%-5,3% akan tercapai.

Sementara itu pergerakan indeks sektoral mayoritas berada dalam teritori positif, di mana sektor pertambangan memimpin penguatan dengan naik 3,59% diikuti oleh sektor perdagangan yang menguat 1,56%. Adapun sektor yang melemah yaitu, perkebunan, industri dasar, dan infrastruktur. Pelaku pasar asing membukan nilai beli bersih senilai Rp 616,31 miliar . Nilai tukar rupiah terdepresiasi 0,05% ke level 13.331.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indeks utama Bursa Wall Street ditutup dalam teritori positif pada akhir perdagangan semalam seiring dengan turunya defisit neraca perdagangan AS pada bulan Februari. Defisit neraca perdagangan AS pada bulan Februari sebesar US$ 43,6 miliar atau lebih rendah dari defisit bulan sebelumnya US$ 48,5 miliar. Turunnya defisit perdagangan pada bulan Februari seiring dengan melambatnya permintaan domestik yang membebani impor dan pertumbuhan global yang lebih kuat sehingga mampu mendorong ekspor barang Amerika. Indeks Dow Jones menguat 0,19% ke level 20.689,24, S&P 500 naik 0,06% ke level 2.360,16, dan Nasdaq terangkat 0,07% ke level 5.898,61.

Kami perkirakan hari ini IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas di kisaran 5.621-5.689. Secara teknikal, IHSG sudah mulai rentan terhadap aksi profit taking mengingat stoochastic oscillator yang sudah berada pada area overbought, sementara itu relative strength index masih kuat dan histogram MACD positif. (wdl/wdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads