Follow detikFinance
Rabu 12 Apr 2017, 10:12 WIB

Pajak Progresif Tanah Ditunda, Bagaimana Saham-saham Properti?

Ellen May - detikFinance
Pajak Progresif Tanah Ditunda, Bagaimana Saham-saham Properti? Foto: Istimewa
Jakarta - Dalam FTA kali ini, saya membahas mengenai saham-saham di sektor properti yang kemarin sempat mengalami konsolidasi dan mulai menguat kemarin, seperti CTRA, PTPP dan PPRO.

Sektor properti merupakan salah satu sektor yang sangat tergantung terhadap tingkat penjualan dan pembelian di sektor tersebut. Lalu, apa jadinya The Fed terus menjalankan rencananya untuk menaikkan suku bunga sebanyak 4 kali pada tahun ini? Apa hubungannya penerapan pajak progresif tanah terhadap sektor properti? Simak jawaban selengkapnya, hanya di #Kopipagi hari ini.

IHSG pada perdagangan kemarin, ditutup melemah sebesar 0,29% di level 5,627.93. Hal ini terutama disebabkan oleh ketegangan politik di timur tengah dan semenanjung peninula, yang ditambah lagi dengan ketidakpastian seputar pemilihan Presiden di Prancis. Sementara itu, Dow jones pada perdagangan pagi ini mengalami koreksi sebesar -0,03% ke level 20,651.30.

Tak dapat dipungkiri, industri di sektor properti 2 tahun belakangan mengalami perlambatan. Diperkirakan, tahun ini sektor properti akan mengalami pertumbuhan melihat kinerja serta pertumbuhan ekonomi yang semakin bagus pada tahun ini. Namun, melihat kondisi politik saat ini, diperkirakan, bisnis properti masih mengalami hambatan untuk tumbuh. Berikut ulasannya.

Penyebab Lambannya Gerak Sektor Properti

Sejak awal tahun 2017 ini, IHSG terus mencetak rekor baru setelah berhasil menembus resisten sakral di sekitar 5524, atau sekitar 5,6% hingga bulan April ini. Akan tetapi, indeks saham-saham di sektor konstruksi, properti dan real estate justru mengalami penurunan hingga 5,55% di tengah kenaikan IHSG ini.

Sebenarnya apa yang menyebabkannya?

Hal ini terutama diakibatkan oleh masih rendahnya tingkat belanja pemerintah di sektor tersebut. Seperti yang kita ketahui, meskipun pemerintah telah menganggarkan dana hingga Rp 380 triliun tahun ini untuk sektor konstruksi dan subsektornya, pemerintah biasanya baru memanfaatkan dana tersebut pada kuartal ke-3 dan ke-4, sesuai siklus tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini juga yang menyebabkan lesunya penjualan properti saat ini. Selain itu, sentimen akibat kenaikan The Fed kemarin yang hingga saat ini telah menaikkan suku bunganya sebanyak 2 kali pada awal tahun ini juga turut membayangi sektor properti.

Belum lagi, hasil pidato Yellen kemarin, yang menyatakan siap untuk melakukan kenaikan suku bunga selanjutnya, ditengah semakin baiknya ekonomi Amerika. Kenaikan The Fed yang terus menerus ini, pada akhirnya akan memaksa BI untuk menaikkan suku bunga acuannya, sehingga dapat berdampak terhadap turunnya penjualan rumah maupun apartemen di sektor properti.

Namun, bukan berarti akibat sentimen tersebut membuat sektor properti menjadi jelek untuk tahun ini. Hal ini justru merupakan kesempatan untuk membeli saham-saham properti di harga bawah, terutama saham seperti PTPP, CTRA dan BSDE yang memiliki potensi yang bagus untuk tahun ini.

Terutama setelah pemerintah memastikan rencana pengenaan pajak progresif atas tanah akan ditunda hingga sektor properti kembali bergairah. Pemerintah menyimpan instrumen tersebut setidaknya hingga tahun ini berakhir.

Selain rencana tersebut, pemerintah juga akan mengeksekusi pencabutan hak guna usaha (HGU) tanah yang tidak dipakai atau tidak dimanfaatkan. Sikap pemerintah pun disambut positif oleh para pelaku industri khususnya di bidang properti, lantaran saat ini kondisi market properti masih cenderung lesu.

Kenapa hal tersebut justru berdampak positif terhadap sektor properti? Karena seperti yang kita tahu, untuk membangun sebuah properti dibutuhkan lahan berupa tanah yang tentunya sudah harus dimiliki sebelum properti tersebut dibangun.

Jadi, kebanyakan emiten properti sudah memiliki banyak lahan luas yang belum dibangun untuk persiapan pembangunan propertinya. Ditundanya pengenaan progresif terhdapa tanah menganggur tersebut tentunya akan mengurangi kekhawatiran emiten properti, akibat dari bertambahnya pajak yang harus mereka bayarkan.

Efek dari penundaan pengenaan pajak progresif tersebut pun juga mulai terlihat dari kenaikan beberapa saham properti hari ini, seperti CTRA dan PTPP, yang hari ini menguat hingga 3-4%.

Salam profit,

Ellen May (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed