Follow detikFinance
Senin 17 Apr 2017, 08:51 WIB

Saham Semen Mengekor Sentimen Sektor Properti dan Infrastruktur

Ellen May - detikFinance
Saham Semen Mengekor Sentimen Sektor Properti dan Infrastruktur Foto: Istimewa
Jakarta - Pada tahun 2016 kemarin, sektor properti dan infrastruktur masih belum mampu menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Hal ini akhirnya juga berdampak terhadap industri semen yang merupakan salah satu bahan utama untuk mencapai pertumbuhan tersebut. Lalu, bagaimana pada tahun 2017 ini? Seperti apakah prospek di industri semen tersebut? Simak selengkapnya, hanya di #Kopipagi hari ini.

IHSG pada perdagangan pekan kemarin, ditutup melemah sebesar 0,49% di level 5,616.54. Pelemahan ini, terutama terjadi akibat libur panjang pada pekan lalu, yang menyebabkan trader melakukan aksi taking profit. Sementara itu, pada pekan lalu indeks Dow Jones mengalami koreksi hingga -0,67% ke level 20,453.25, diiringi juga dengan penurunan EIDO hingga -1,07% ke level 26,01.

Oversuplai stok semen terjadi pada 2016 lalu, hal ini dikarenakan melambatnya proses pembangunan properti dan infrastruktur yang tidak sesuai ekspektasi pasar. Secara prinsip, perlambatan pertumbuhan penjualan semen di Indonesia dipengaruhi oleh melambatnya pertumbuhan pembangunan properti dan infrastruktur yang terjadi merata di seluruh Indonesia.

Meski memang, kontribusi penjualan semen untuk sektor properti hanya 30 persen. Angka tersebut terbilang jauh lebih kecil dari porsi penjualan semen untuk pembangunan infrastruktur yang mencapai 70 persen.

Namun, meskipun begitu, pada tahun 2017 ini, konsumsi semen di Tanah Air diprediksi akan meningkat hingga 30% menjadi 84,96 juta ton dari tahun 2016 yang hanya sebesar 65 juta ton.

Peningkatan tersebut karena adanya pembangunan infrastruktur yang sedang gencar-gencarnya dilaksanakan oleh pemerintah. Di samping itu, maraknya pembangunan perumahan dan properti juga menjadi faktor meningkatnya permintaan semen.

Peningkatan tersebut mulai terlihat dari hasil laporan kuartal pertama pada bulan Maret ini. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), misalnya, hingga Maret 2017 mencatatkan pertumbuhan penjualan 4-5% year-on-year (yoy).

Rata-rata, industri semen di Indonesia juga hampir mematok pertumbuhan yang serupa, yakni antara 4-5%, sesuai proyeksi dari Asosiasi Semen Indonesia (ASI).

Meskipun baru mengalami kenaikan tipis, namun hal ini sudah menunjukkan bahwa optimisme masyarakat terhadap industri semen sudah mulai membaik, seiring dipercepatnya proses pembangunan di Indonesia.

Untuk saat ini, industri semen masih termasuk ke dalam sektor defensif, yang pertumbuhannya pelan namun pasti, dan biasanya ketika sudah mulai bergerak naik industri ini akan terus mengalami kenaikan dan mencapai performa puncaknya menjelang akhir tahun, seperti tahun-tahun sebelumnya.

Salam profit,
Ellen May (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed