Follow detikFinance
Selasa 25 Apr 2017, 10:06 WIB

Tol Laut Bikin Saham Sektor Kapal Bergairah

Ellen May - detikFinance
Tol Laut Bikin Saham Sektor Kapal Bergairah Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Industri perkapalan Indonesia pada tahun ini, tampaknya mulai menunjukkan pergerakannya. Apa yang menyebabkan hal itu? Lalu, saham apa saja yang akan tergerak? Simak ulasan selengkapnya, hanya di #Kopipagi hari ini.

IHSG pada perdagangan terakhir ditutup melonjak hingga 1,24% ke level 5,664.47. Hal ini, terutama dikarenakan rilis laporan keuangan kuartal I tahun ini, yang diperkirakan membaik, serta reboundnya Dow Jones.

Sementara itu pada hari ini, Dow Jones masih mengalami penguatan setelah berhasil rebound kemarin, sebesar 1,05% ke level 20,763.89, disusul dengan penguatan EIDO yang mencapai 1,18% ke level 26.54.

Indonesia, sebagai negara maritim dengan luas wilayah laut yang mencapai 70% dari total wilayahnya, membuat industri perkapalan menjadi salah satu faktor penting. Hal ini mengingat kapal atau perahu merupakan transportasi yang dibutuhkan untuk menghubungkan pulau-pulau dan daerah yang sebagian besar dipisahkan oleh air tersebut.

Hal ini pula, yang membuat presiden Jokowi memprioritaskan beberapa kebijakan ekonomi untuk meningkatkan kekuatan maritim dan potensi laut Indonesia. Berikut ulasannya.

Salah satu visi Presiden Joko Widodo dalam pidato pelantikannya adalah menjadikan Indonesia berjaya di sektor kelautan dan maritim. Visi ini disebut layak didukung sekaligus dikritisi. Menghapus kerugian ribuan triliun rupiah dari kekayaan laut adalah tantangan visi ini.

Salah satu cara yang dilakukan Jokowi untuk merealisasikan visi tersebut, ialah dengan membangun infrastruktur pelabuhan. Pasalnya, membaiknya infrastruktur akan meningkatkan daya saing maritim Indonesia.

Selain membangun pelabuhan-pelabuhan, Jokowi juga menambahkan program tol laut ke dalam kebijakannya. Tol laut yang dimaksud bukanlah jalan tol yang dibangun di atas laut pada umumnya, namun merupakan jalur atau rute pelayaran kapal yang dikhususkan untuk mempermudah proses distribusi ataupun perdagangan terutama bahan-bahan pokok.

Hingga saat ini, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) telah menjalankan empat rute tol laut dengan empat kapal dan tahun ini akan bertambah lagi dua kapal untuk dua rute yang terutama menghubungkan wilayah-wilayah terpencil.

Selain itu, kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mewacanakan pembentukan dua induk usaha baru pada tahun depan, yang masing-masing fokus mengintegrasikan bisnis perusahaan-perusahaan pelat merah di sektor perkapalan dan alat berat.

Holding perkapalan tersebut diperkirakan akan terdiri dari enam BUMN perkapalan yang nantinya akan dijadikan menjadi satu, yakni PT PAL Indonesia, PT Dok dan Perkapalan Koja Bahari (DKB), PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS), PT Industri Kapal Indonesia (IKI), PT Barata Indonesia, dan PT Boma Bisma Indra (BBI).

Adanya sentimen-sentimen tersebut membuat perusahaan-perusahaan yang mengakomodir pembuatan kapal dan berhubungan langsung dengan industri perkapalan menjadi terdongkrak akibat program-program pemerintah tersebut. Hal ini terutama mempengaruhi saham-saham SMDR, SOCI dan SHIP.

Salam profit,

Ellen May (ang/ang)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed