Follow detikFinance
Rabu 26 Apr 2017, 10:30 WIB

3 Sentimen Positif Saham Perusahaan Ban

Ellen May - detikFinance
3 Sentimen Positif Saham Perusahaan Ban 3 Sentimen Positif Saham Perusahaan Ban (Foto: Okta Marfianto)
Jakarta - Salah satu faktor yang mempengaruhi harga ban sebenarnya ialah bahan baku ban itu sendiri, yakni karet. Namun, ternyata masih ada faktor-faktor lain yang dapat menyebabkan kenaikan ataupun penurunan harga ban tersebut. Faktor lain apa sajakah itu? Lalu, apakah saham sektor ban ini masih berpotensi? Simak selengkapnya, hanya di #Kopipagi hari ini.

Pada penutupan kemarin, IHSG berhasil ditutup menguat 0,29% di level 5,680.80. Penguatan itu terjadi, terutama akibat hasil pemilu prancis putaran pertama, yang mengunggulkan Emmanuel Macron sebagai Presiden dibandingkan Marine Le Pen. Hal tersebut akhirnya meredakan kekhawatiran akan berpisahnya Prancis dari Uni Eropa.

Sementara itu, Dow Jones pagi ini terus melonjak hingga 1,12% ke level 20,996.12, namun hal tersebut justru berbanding terbalik terhadap EIDO yang melemah -0,04% ke level 26.53 hari ini.

Ban merupakan salah satu komponen wajib yang dibutuhkan untuk setiap produksi kendaraan baik roda dua, maupun roda empat. Pertumbuhan pasar otomotif yang cukup signifikan tahun ini, diperkirakan juga dapat mempengaruhi saham-saham di sektor ban. Berikut ulasannya.

Peluang ekspor ban tahun ini diprediksikan membaik dan meningkat. Peluang tersebut seiring dengan kenaikan populasi mobil di seluruh dunia.

Selain itu, peluang pasar saham ban semakin besar di Amerika, terutama setelah Amerika menuduh dumping ban yang diimpor dari China. Keputusan lembaga anti dumping di Amerika tersebut membuka lebar-lebar peluang bagi para produsen ban di Indonesia untuk masuk ke pasar ban di Negara Paman Sam itu.

Tak hanya untuk pasar ekspor, penjualan ban di pasar domestik juga diproyeksikan akan naik seiring bertambahnya populasi kendaraan di Indonesia. Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia (APBI) memproyeksikan, penjualan ban untuk roda empat tahun ini berpotensi naik menjadi 77 juta-78 juta ban.

Proyeksi penjualan ban mobil tersebut naik 8% ketimbang realisasi penjualan ban tahun 2016 lalu sebanyak 63 juta ban. Adapun target penjualan ban roda dua tahun tersebut diproyeksikan sebanyak 65 juta-66 juta ban, atau naik sekitar 3%-5% dari total penjualan bannya tahun 2015 lalu sebanyak 63 juta ban.

Proporsi penjualan ban roda empat untuk pasar ekspor berkontribusi paling besar yakni 75%. Kemudian 10% pasar ban produksi Indonesia itu menyasar ban untuk pabrikan otomotif atau dikenal dengan original equipment manufacturer (OEM). Kemudian, 15% sumber pasar lain dipasarkan untuk ban pengganti di pasar domestik.

Terdapat 3 hal utama yang menyebabkan pertumbuhan di sektor ban tersebut, antara lain:
1.Perubahan aturan prosedur impor ban
2.Relaksasi Pajak
3.Lonjakan harga karet

Hingga saat ini, pemerintah telah menerbitkan beberapa perubahan aturan yang juga berpengaruh terhadap saham-saham di sektor ban. Perubahan aturan tersebut, terutama mengenai aturan perketatan prosedur impor ban yang dilakukan pemerintah yang diharapkan akan mempersulit produk-produk ban impor untuk bersaing di dalam negeri, sehingga membuka peluang untuk produk ban domestik.

Selain itu, aturan relaksasi pajak yang akan meningkatkan penjualan kendaraan bermotor juga diperkirakan akan berdampak positif untuk industri ban tersebut.

Namun, yang paling mempengaruhinya ialah bahan baku ban itu sendiri. Harga karet untuk pengiriman September 2017, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), melonjak 2,30% ke 222,20 yen per kilogram (kg).

Kenaikan harga karet yang cukup signifikan tersebut, membuat harga jual ban lokal menggelinding hingga 7% sejak awal April lalu. Hal tersebut tentunya akan meningkatkan laba pendapatan yang didapatkan oleh perusahaan yang memproduksi ban tersebut, terutama GJTL, GDYR dan MASA.

Bagaimana aksi kita selanjutnya? Simak key action strategy selengkapnya, sekaligus dengan ulasan saham-saham dari Daily dan Monthly Hot List yang pastinya harus Anda perhatikan juga, hanya di bit.ly/premiumaccess.

Salam profit,
Ellen May (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed