Follow detikFinance
Selasa 02 May 2017, 08:32 WIB

Kiwoom Securities: IHSG Cenderung Menurun

Kiwoom Securities - detikFinance
Kiwoom Securities: IHSG Cenderung Menurun Foto: Ari Saputra
Jakarta - Dow Jones turun 27 poin pada level 20.913,4 kemarin. Kongres AS menyetujui perpanjangan pembahasan anggaran belanja Pemerintah hingga 5 Mei. Nikkei naik pagi ini didukung depresiasi kurs Yen terhadap US$.

Candlestick IHSG membentuk pola bearish engulfing hari Jumat, mengindikasikan koreksi lanjutan hari ini. Kami memperkirakan IHSG bergerak mixed cenderung menurun hari ini di tengah aksi profit taking investor.

ELSA - Target pendapatan
PT Elnusa (ELSA) menargetkan pendapatan tahun ini naik 10% dibandingkan tahun lalu. Pada 1Q 2017 pendapatan ELSA sedikit meningkat dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, yakni dari Rp 921.1 Miliar menjadi Rp 969.92 Miliar atau meningkat 5%. Sedangkan sepanjang tahun lalu ELSA membukukan pendapatan sekitar Rp 3.6 Triliun.

SMBR - Pabrik Baturaja II
Manajemen PT Semen Baturaja (SMBR) optimis pabrik Baturaja II dapat beroperasi penuh pada akhir 1H 2017. Saat ini proses penyelesaian pabrik telah mencapai 94.4%. Pengoperasian pabrik baru dapat meningkatkan efisiensi karena SMBR berencana menghentikan pembelian clinker (bahan setengah jadi semen) serta penggunaan batu bara dengan kalori rendah untuk menghemat biaya energi. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi 1.85 juta ton per tahun. Dengan beroperasinya pabrik baru maka kapasitas terpasang SMBR naik menjadi 3.85 juta ton per tahun.

TINS - Rencana emisi obligasi
PT Timah (TINS) berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 3-5 Triliun pada September 2017. Dana hasil emisi obligasi akan dialokasikan untuk membiayai alat-alat produksi. Kebutuhan dana investasi TINS diperkirakan mencapai Rp 2.6 Triliun tahun ini. Rencana emisi obligasi akan menggunakan dasar laporan keuangan 1Q 2017.

WSKT - Rencana emisi obligasi
PT Waskita Karya (WSKT) berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan senilai total Rp 10 Triliun dimana untuk tahap pertama akan diterbitkan obligasi senilai Rp 3 Triliun. Sekitar 80% dana emisi obligasi tahap I akan dialokasikan untuk mendukung modal kerja dan kebutuhan investasi. Saat ini WSKT tengah mengurus izin emisi surat utang tersebut di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan perseroan menjadwalkan dapat mencatatkan obligasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Juli 2017. WSKT mengalokasikan dana belanja modal tahun 2017 sebesar Rp 32 Triliun. (wdl/wdl)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed