Follow detikFinance
Selasa 02 May 2017, 09:16 WIB

Bagaimana Potensi Saham Sektor Kertas Saat ini?

Ellen May - detikFinance
Bagaimana Potensi Saham Sektor Kertas Saat ini? Foto: Istimewa
Jakarta - Kertas merupakan salah satu bahan utama yang digunakan sebagai bagian dari pembuatan buku. Lalu, bagaimana prospek para emiten produksi kertas di era globalisasi ini? Apakah penggunaan internet dan e-book menurunkan jumlah penggunaan kertas untuk pembuatan buku itu sendiri? Simak selengkapnya, hanya di #Kopipagi hari ini.

Industri pulp dan kertas nasional punya peranan cukup penting dalam perekonomian nasional. Hal ini terlihat dari kontribusi produk domestik bruto (PDB) industri pulp dan kertas tahun 2016 yang mencapai 6,7% dari total PDB industri pengolahan.

Industri ini juga sanggup menyerap 260.000 tenaga kerja langsung dan 1,1 juta tenaga kerja tidak langsung. Tahun lalu, bidang bisnis ini nangkring di peringkat ketujuh penyumbang devisa terbesar sektor non migas yang sebesar US$ 3,79 miliar.

Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) pun memperjelas, sekitar 60% dari produksi pulp dan kertas nasional di lempar ke pasar global. Biro Pusat Statistik (BPS) juga mencatat ekspor kertas nasional tahun lalu tercatat US$ 3,4 miliar. Sedangkan nilai ekspor pulp di periode yang sama mencapai US$ 1,5 miliar.

Hasil tersebut menempatkan Indonesia sebagai produsen pulp terbesar ke sembilan di dunia. Sedangkan untuk produk kertas, Indonesia berada di posisi enam dunia.

Buku Cetak vs Ebook

Menurut survei yang dilakukan salah satu instansi di Amerika pada 2016 lalu, ternyata ketika disuruh memilih antara membaca menggunakan buku cetak atau E-book, 73% orang Indonesia lebih memilih untuk membaca buku cetak, sedangkan sisanya memilih E-book.

Ada 2 alasan utama yang melandasi pilihan tersebut. Pertama, buku cetak bisa disentuh secara fisik dan dirasakan, sehingga membuat pembaca merasa lebih nyaman dan rileks saat membaca buku cetak. Sedangkan yang kedua ialah, buku dapat dipajang dan dijadikan sebagai koleksi, sekaligus memberikan kepuasan tersendiri dibandingkan dengan e-book.

Prospek Emiten Kertas

Industri pulp dan kertas Indonesia diproyeksikan akan dapat tumbuh sebesar 3%-4% untuk tahun ini, sehingga ekspor diprediksi akan meningkat. Hal ini membuat peluang Indonesia untuk menduduki peringkat ke-5 di dunia menjadi sangat besar.

Kemungkinan pertumbuhan tersebut lantaran dikarenakan konsumsi kertas di pasar lokal yang masih rendah, hanya sebesar 32,6 kg per kapita. Bandingkan dengan negara Malaysia yang mencapai 100 kg per kapita atau Jepang sebesar 242 kg per kapita. Rata-rata konsumsi kertas negara ASEAN saja sudah 55 kg per kapita.

Saat ini jumlah industri pulp dan kertas nasional di Indonesia sebanyak 84 perusahaan dengan kapasitas nasional terpasang berturut-turut sebesar 7,93 juta ton pulp/tahun dan 12,98 juta ton kertas/tahun.

Untuk kedepannya nanti, Indonesia dianggap sebagai salah satu negara yang masih dimungkinkan untuk mengembangkan industri pulp dan kertasnya, di samping beberapa negara di Amerika Latin dan Asia Timur.

Hal ini terutama di sebabkan oleh beberapa faktor, antara lain :
1. Letak geografis Indonesia
2. Potensi luas izin hutan tanaman industri (HTI)
3. kecepatan tumbuh pohon sebagai sumber bahan baku terbarukan.

Luas hutan Indonesia sendiri yang mencapai 884.950 km persegi , tentunya juga mendorong pertumbuhan emiten di sektor tersebut. Sebagai penyandang peringkat ke-9 hutan terluas di dunia, Indonesia juga mendapat julukan sebagai paru-paru dunia.

Hal tersebut tentunya memberikan dorongan positif untuk beberapa saham di sektor kertas, seperti INKP, TKIM dan INRU.

Salam profit,
Ellen May (ang/ang)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed