Beberapa saham yang menjadi pemberat indeks pada perdaganga kemarin yaitu : TLKM, ASII, BBCA dan ADRO. Ditengah pelemahan tersebut sektor consumer goods dan manufaktur berhasil menguat, masing-masing naik sebesar 0.63% dan 0.01%.
Kami melihat, koreksi yang terjadi pada perdagangan kemarin lebih didominasi oleh tekanan jual pelaku pasar domestik. Sementara pelaku pasar asing masih membukukan aksi beli bersih senilai Rp 324.6 miliar. Beberapa katalis yang menjadi perhatian investor yaitu, komentar pejabat the Fed dan rilisnya pertumbuhan GDP pada hari jumat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks S&P 500 melemah 0.13% ke level 2,388.13, Nasdaq terkoreki 0.37%. Adapun indeks Dow Jones naik tipis 0.04% ke level 20,957.90. Dalam rapat yang berlangsung selama dua hari (02-03 Maret 2017) The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga pada level 0.75%-1% dikarenkan pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal I ini yang mengecewakan.
Namun terbatasnya pelemahan yang terjadi pada S&P 500 dan Nasdaq dikarenakan terdapat pernyataan dari The Fed yang masih menekankan bahwa AS masih memiliki kekuatan pasar tenaga kerja, sebagai tanda bahwa The Fed dapat memperketat kebijakan moneter pada awal Juni.
Adapun beberapa data ekonomi dari bursa AS yang semalam rilis yaitu, data non manufacturing AS bulan april yang meningkat ke level 57.5 dari bulan sebelumnya berada pada level 55.2. Selain itu indeks Jasa AS bulan April yang di survey oleh Markit juga tumbuh ke level 53.2 dari sebelumnya di level 53 pada bulan Maret.
Kami perkirakan hari ini IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Secara teknikal, terbentuknya three black crows mengindikasikan bearish continuation, didukung oleh stochastic oscillator bearish, RSI flat dan histogram MACD negatif. Kami perkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 5,620-5,716. (ang/ang)











































