Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 23 Mei 2017 08:55 WIB

S&P Naikkan Rating RI, Bagaimana Sektor Properti? ​

Ellen May - detikFinance
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - IHSG pada perdagangan terakhir ditutup melemah -0,73% di level 5,749.44. Pelemahan ini merupakan koreksi wajar, mengingat pergerakan IHSG pada Jumat kemarin yang melesat hingga 2,59%. Sementara itu, Dow Jones pagi ini masih terus menguat sebesar 0,43% ke level 20,894.83, namun EIDO justru melemah hingga -0,66% ke level 27,21.

Pada akhir pekan kemarin, Indonesia mendapatkan kado termanis dari Standard & Poor's. Lembaga pemeringkat internasional ini mengganjar Indonesia dengan peringkat utang layak investasi (investment grade).

Dengan adanya kenaikan peringkat ini, diyakini arus dana asing akan semakin deras masuk ke Indonesia. Tak heran, perekonomian Indonesia pun bisa tumbuh lebih kencang.

Naiknya peringkat surat utang Indonesia ini juga diperkirakan akan memberikan keuntungan untuk saham-saham di sektor properti.

Kenapa bisa begitu?

Hal tersebut terutama disebabkan oleh besarnya dana asing yang akan masuk ke Indonesia. Arus dana ini akan memungkinkan bank sentral untuk melakukan kebijakan pemangkasan suku bunga acuan, sehingga dapat memberikan kemudahan dana bagi para investor.

Selain itu, dengan diadakannya pemangkasan bunga acuan tersebut juga akan membuat para pengembang properti dapat memberikan kredit dengan bunga yang lebih rendah, sehingga akan menaikkan tingkat penjualan properti dan dapat memudahkan pengembangan proyek properti lainnya.

Hal ini tentunya dapat membuat saham-saham yang bergerak di sektor konstruksi bangunan yang merupakan sub sektor property seperti WIKA dan PTPP akan kembali bersinar.

Salam profit,
Ellen May (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com