Follow detikFinance
Senin 29 May 2017, 09:42 WIB

Investor Berburu Dolar AS

James Evan - detikFinance
Investor Berburu Dolar AS Foto: Ari Saputra
Jakarta - Minggu ini para pelaku pasar akan terfokus pada data Nonfarm Payroll di hari jumat mendatang. Data NFP menjadi indikator kenaikan suku bunga di bulan Juni. Prediksi NFP 185.000 vs 211.000 di bulan April. Mengawali minggu ini setelah rapat negara G7, DXY positif di 97.33.

Kecenderungan para pelaku pasar kembali memegang USD dikarenakan pernyataan Commerce Departement US tentang pertumbuhan GDP US sebesar 1.2% lebih tinggi dibandingkan estimasi.

Sterling anjlok ke 1.2813 pagi ini setelah poling pra election menunjukan kemenangan partai konservatif dibandingkan partai buruh. Hal ini membuat investor khawatir mengenai kekuatan Theresa May dalam menangani Brexit.

Secara teknikal harian level support sterling berada di 1.2785. Korea Utara kembali melakukan tes misil yg ke 9 kalinya. USDJPY mencoba support 50 SMA di 111.20 sedangkan resisten berada di 112.32 Aussie bearish dengan tahanan bawah 0.7420 hari ini seiring dengan pernyataan para ekonom mengenai potensi resesi ekonomi di Australia.

Rupiah dibuka di angka 13295-13315 sementara itu closing di 13290 pada 26 mei lalu. Senior Deputy Gubernus Bank Indonesia Mirza Adityaswara menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi sebesar 5.4% tahun ini dinilai terlalu agresif.

Beliau menilai pertumbuhan sebesar 5.1%-5.2% masih dinilai cukup memungkinkan. Minggu ini pemerintah Indonesia akan merilis data inflasi yoy prediksi 4.3% vs 4.17% di bulan april. (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed