IHSG pada perdagangan kemarin ditutup melemah sebesar -0,33% ke level 5,693.39. Pergerakan IHSG ini cenderung mixed, terutama diakibatkan oleh belum adanya sentimen pendorong IHSG. Sementara itu, pada pagi ini Dow Jones mulai mengalami tekanan sebesar -0,24% ke level 21,020.47 yang diikuti oleh pelemahan EIDO sebesar -0,11% ke level 26,76.
Efek Kenaikan peringkat surat utang Indonesia menjadi investment grade oleh S&P masih menjadi topik panas belakangan ini. Jika dihitung hingga awal tahun ini, dana masuk asing saat ini sudah mencapai angka Rp 108 triliun rupiah. Angka ini tentunya jauh lebih tinggi jika dibandingkan tahun lalu, yang hanya mencapai Rp 62 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini terutama didukung oleh data-data ekonomi Indonesia yang semakin membaik, seperti:
1. Inflasi tahun lalu hanya sebesar 3,02%
2. Pertumbuhan ekonomi yang terealisasi sudah mencapai 5,02%
3. Peningkatan dari segi PDB yang mencapai angka 5,01%
Terkait hal ini, pemerintah sebelumnya telah mengupayakan agar rancangan undang-undang (RUU) tentang Penetapan Harga Rupiah (redenominasi rupiah) segera dibahas. Jika bisa dilakukan tahun ini, maka redenominasi rupiah bisa diimplementasikan secara menyeluruh di tahun 2024-2025 mendatang.
Transaksi Kredit Meningkat di bulan Ramadan
Selain itu, dalam masa lebaran ini diperkirakan akan mampu mendorong transaksi kredit di sektor perbankan naik hingga 2 digit.
Hal ini terutama didorong oleh meningkatnya perputaran uang serta kenaikan perilaku konsumtif di masyarakat. Hingga akhir tahun, transaksi kartu kredit diproyeksikan bisa mengalami kenaikan sebesar 10% sampai 15% dengan nilai transaksi hingga Rp2,5 triliun atau naik 10% sampai 14% secara month on month (mom).
Potensi kenaikan kredit ini dapat menjadi sentimen positif bagi sektor perbankan, terutama saham perbankan second liner yang saat ini masih lincah bergerak disaat IHSG masih tertekan.
Salam profit,
Ellen May (ang/ang)











































