Follow detikFinance
Senin 05 Jun 2017, 10:31 WIB

Melirik Saham Sektor Ban Menjelang Lebaran

Ellen May - detikFinance
Melirik Saham Sektor Ban Menjelang Lebaran Foto: Istimewa
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 2 Juni lalu, mengalami penguatan tipis sebesar 0,07% di level 5,742. Penguatan ini diikuti dengan pergerakan indeks sektoral, dengan perbandingan 5 menguat dan 5 melemah.

Sementara itu, pagi ini Dow Jones mengalami penguatan sebesar 0,29% ke level 21,206.29, dengan pergerakan EIDO yang turut menguat hingga 0,89% ke level 27,14.

Banyak sekali sektor-sektor yang terimbas positif oleh efek bulan puasa dan hari lebaran. Tidak hanya sektor consumer goods, yang biasanya mendominasi pergerakan pada bulan ini. Akan tetapi saham-saham di sektor ban diperkirakan juga akan terdongkrak oleh sentimen tersebut.

Sekadar mengingatkan, sektor ban ini sudah tertekan selama dua tahun terakhir akibat rendahnya tingkat permintaan, terutama akibat rendahnya tingkat pemulihan ekonomi masyarakat.

Indikator-indikator perekonomian seperti tren penurunan suku bunga, inflasi stabil rendah, penguatan nilai tukar rupiah dan pertumbuhan ekonomi yang membaik menjadi sweetener bagi sektor ban pada tahun 2017 ini.

Apalagi peringkat investment grade dari S&P yang menjadi pelengkap untuk semakin memantapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2017 ini yang naik hingga 5,4%, diprediksi akan menaikkan volume penjualan mobil sebesar 15% menjadi 1,2 juta unit hingga akhir tahun 2017.

Membaiknya harga komoditas juga menjadi angin segar bagi permintaan kendaraan roda empat di luar pulau Jawa. Pasalnya, bila harga komoditas stabil saja di level saat ini hingga tahun depan, maka pendapatan masyarakat di luar pulau Jawa seperti Kalimantan dan Sumatera akan naik dan itu akan mempengaruhi kenaikan permintaan mobil yang akan ikut terdongkrak.

Bangkitnya sektor komoditas pada tahun ini juga mengakibatkan melonjaknya permintaan ban ukuran raksasa untuk kendaraan operasional di sektor-sektor tersebut.

Langkanya harga ban tersebut, terutama didukung oleh Permendag 77/2016 yang berlaku mulai 1 Januari 2017 lalu, yang memperketat impor ban ke Indonesia.

Hal tersebut mengakibatkan terbatasnya jumlah ban yang beredar di Indonesia, dan mengakibatkan lonjakan harga ban hingga lebih dari 10% dari harga normal.

Kelangkaan ini tentunya dimanfaatkan oleh para perusahaan produsen ban dan komponen otomotif seperti GJTL dan ASII. (mkj/mkj)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed