Follow detikFinance
Selasa 06 Jun 2017, 09:35 WIB

Dampak Pemulihan Sektor Perbankan untuk IHSG

Ellen May - detikFinance
Dampak Pemulihan Sektor Perbankan untuk IHSG Foto: Istimewa
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin mengalami penguatan tipis sebesar 0,10% ke level 5.748 seiring dengan naiknya sektor perbankan. Kemudian pagi hari ini Dow Jones mengalami penurunan sebesar 0,10% ke 21.184,04 sedangkan EIDO mengalami kenaikan tipis sebesar 0,07% ke level 27,16.

Empat negara Arab yaitu Arab Saudi, Bahrain, Mesir dan Uni Emirat Arab memutuskan hubungan dengan Qatar.

Hal ini dikarenakan aksi negara Qatar yang mendukung tindak terorisme dan ekstrimisme. Selain memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar, keempat negara tersebut juga akan menangguhkan larangan kunjungan darat dan laut menuju atau dari Qatar.

Di samping sektor minyak, sektor perbankan juga menunjukkan tanda-tanda pemulihan, akibat pertumbuhan positif yang dicatatkan oleh bank-bank besar.

Sektor perbankan mulai mengalami pemulihan, kabar baik ini terlihat dari hasil positif yang dicatatkan oleh bank besar di awal kuartal II-2017. Kesepuluh bank besar mencetak rata-rata pertumbuhan laba bersih sebesar 17,96% dibanding periode yang sama di tahun 2016.

Jika dilihat dengan lebih detail, bank yang mencatat kenaikan tertinggi antara lain Bank Danamon Indonesia (BDMN) naik sebesar 113,19%, Bank CIMB Niaga (BNGA) naik 99,77%, Bank Tabungan Negara (BBTN) naik sebesar 21,04%, Bank Panin (PNBN) sebesar 16,38% baru kemudian Bank Central Asia (BBCA) dan Bank Mandiri (BMRI) masing-masing sebesar 11,52% dan 10,87%.

Mengapa ini penting?

Pada tahun 2016, kesepuluh bank besar justru membukukan rata-rata penurunan laba sebesar 2,69%. Sehingga kenaikan di tahun ini adalah suatu perkembangan yang sangat baik dan menandakan perbaikan kondisi ekonomi nasional. Pertumbuhan laba ini terjadi, salah satunya karena efek harga komoditas yang mulai bangkit sehingga memperbaiki kondisi keuangan debitur-debitur yang bermasalah.

Menjelang Lebaran

Dalam waktu dekat ini, sektor perbankan sedang bersiap mengantisipasi pengetatan likuiditas yang memang selalu terjadi saat Lebaran. Pengetatan likuiditas artinya adalah penurunan porsi DPK atau Dana Pihak Ketiga, yang berasal dari nasabah.

Meski demikian, kita tidak perlu kuatir karena besaran penurunan DPK secara berangsur terus menurun. Di bulan Juli tahun 2014, penurunan DPK tercatat sebesar Rp 118 triliun, sedangkan pada tahun 2016 mencatatkan penurunan DPK hanya Rp 55 triliun. Penurunan ini disebabkan karena tingginya pertumbuhan DPK, yang sudah meningkat sebesar 9,53% pada kuartal I 2017, lebih besar dari pertumbuhan kredit yang sebesar 8,95% yoy.

Nah dengan sentimen positif yang sudah disebutkan, bagaimanakah arah pergerakan saham-saham perbankan hari ini?

Di luar sektor perbankan, rangkaian sentimen positif makro ekonomi sebelumnya seperti peningkatan rating S&P, tren penurunan suku bunga, penguatan nilai rupiah dan tingkat inflasi yang stabil juga makin mendorong kenaikan IHSG. Tetapi belakangan ini IHSG justru masih dalam masa konsolidasi, kenapa?

Pergerakan IHSG ini mencerminkan aksi investor asing yang masih wait and see, sehingga kita masih harus menunggu dampaknya terhadap kenaikan IHSG. (mkj/mkj)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed