Saham Perbankan
Berita positif terus datang dari luar negeri, setelah upgrade investment grade dari S&P, kali ini sektor perbankan mendapat kenaikan outlook dari Moody's.
Lembaga pemeringkat internasional Moody's menaikkan pandangannya terhadap sistem perbankan di Indonesia dari stabil menjadi positif. Hal ini terutama dipicu oleh perbaikan kualitas aset dan lingkungan operasional sistem perbankan nasional, serta dukungan kuat dari pemerintah.
Upgrade outlook ini didasarkan pada lima faktor, yakni lingkungan operasi (perbaikan); kualitas aset dan modal (stabil); pendanaan dan likuiditas (stabil); profitabilitas dan efisiensi (perbaikan); dan dukungan sistemik (perbaikan).
Level outlook yang membaik ini juga didukung oleh kebijakan makroekonomi pemerintah dan harga komoditas yang mulai membaik. Seperti yang Anda ketahui, Moody's memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,2% pada 2017 dan 5,3% pada 2018, atau naik dibandingkan realisasi 2016 sebesar 5%.
Selain itu, perbankan juga telah memenuhi aturan minimum dari LCR (liqudity coverage ratio) yang dikontribusikan dari dana wholesale funding yang menyumbang 27% dari total aset perbankan. Oleh karena itu, wajar saja jika Moody's menaikkan level outlook sistem perbankan di Indonesia.
Kenaikan outlook ini sendiri tentunya akan memberi dampak positif terhadap saham-saham perbankan kedepannya, karena akan meningkatkan kepercayaan dan ketertarikan para investor terhadap saham perbankan di Indonesia.
Saham-saham di sektor perbankan apa yang menarik ?
Walaupun banyaknya sentimen positif untuk sektor perbankan, namun saat ini saham-saham perbankan berkapitalisasi besar seperti BBCA, BBRI, BMRI masih bergerak sideways. Namun secara teknikal, saham-saham second linernya masih menarik untuk ditradingkan. (mkj/mkj)











































