Follow detikFinance
Senin 10 Jul 2017, 08:25 WIB

Kiwoom Securities: IHSG Berpotensi Kena Aksi Ambil Untung

Kiwoom Securities - detikFinance
Kiwoom Securities: IHSG Berpotensi Kena Aksi Ambil Untung Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Dow Jones naik 94.3 poin ditutup pada level 21,414.3 akhir pekan lalu. Sentimen bursa global masih dirasa negatif seiring kenaikan tingkat imbal hasil (yield) obligasi negara maju yang memicu kenaikan US$ Index. Harga minyak dunia tertekan pada kisaran US$ 44.2 pagi ini. IHSG turun mendekati garis diagonal support kuat. Penembusan ke bawah garis tersebut berpotensi memicu koreksi pasar yang cukup besar. Kami memperkirakan IHSG bergerak cenderung menurun hari ini seiring aksi profit taking investor.



ABMM - Rencana emisi obligasi global

PT ABM Investama (ABMM) telah mendapat persetujuan RUPSLB terkait rencana penerbitan obligasi global senilai US$ 450 Juta. Dalam 2 minggu kedepan ABMM akan melakukan roadshow ke Amerika, Asia, dan Eropa untuk menjajakan obligasi global. Obligasi tersebut akan dicatatkan di SGX (Singapura). Dana hasil emisi obligasi global akan dialokasikan untuk pelunasan utang. Saat ini ABMM tercatat memiliki utang senilai US$ 297 Juta kepada bank domestik dan asing.



ROTI - Rencana ekspansi

PT Nippon Indosari Corpindo (ROTI) berencana membangun 4-5 pabrik dalam lima tahun kedepan. ROTI akan membangun 3-4 pabrik di dalam negeri (Jawa dan Luar Jawa) dan 1 pabrik lain akan dibangun di Filipina. Untuk mendukung rencana tersebut, ROTI berencana menggelar rights issue yang telah mendapatkan persetujuan RUPSLB. ROTI akan menerbitkan 1.15 miliar lembar saham baru namun manajemen ROTI belum menetapkan harga pelaksanaan rights issue. ROTI harus melakukan ekspansi karena kapasitas pabrik diperkirakan mencapai tingkat maksimal pada akhir 2017. Saat ini ROTI memiliki 10 pabrik dengan total kapasitas 4.05 juta potong per hari.



TOBA - Proyek PLTU

PT Toba Bara Sejahtra (TOBA) segera menyelesaikan pendanaan proyek PLTU Sulbagut-1 minggu ini dan PLTU Sulut-3 dalam periode 6 bulan kedepan. Penandatanganan perjanjian pembiayaan proyek PLTU Sulbagut-1 lebih cepat karena telah mendapat persetujuan Kementerian ESDM. Proses pembebasan lahan proyek PLTU Sulbagut-1 telah selesai dilakukan sehingga proses konstruksi akan segera dimulai setelah mendapat kepastian pembiayaan. PLTU Sulbagut-1 diharapkan selesai pada 2019.



WTON - Kontrak baru

PT Wijaya Karya Beton (WTON) telah meraih kontrak baru 1H 2017 senilai Rp 2.6 Triliun naik 36.8%Yoy dibandingkan Rp 1.9 Triliun pada periode yang sama tahun lalu. Namun, Nilai kontrak baru tersebut baru mencapai 43% dari target yang ditetapkan tahun ini senilai Rp 6 Triliun. Sebagian besar perolehan kontrak baru WTON pada 1H 2017 berasal dari proyek infrastruktur yang berkaitan dengan transportasi mencapai 50% sedangkan Rp 370 Miliar atau 15% diperoleh dari sektor energi dan sisanya dari proyek lainnya. Untuk mencapai target kontrak baru, WTON masih akan fokus pada proyek infrastruktur dan energi. Selain itu WTON juga akan mulai mengincar proyek-proyek bangunan gedung melalui PT Wika Pracetak Gedung.


(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed