Adapun beberapa saham yang menjadi penggerak indeka diantaranya : BBCA, BBRI, PNBN, BBNI, dan RMBA.
Terbatasnya pergerakan IHSG inline dengan rilisnya data penjualan mobil bulan Agustus yang hanya tumbuh 0.19% (YoY) atau lebih rendah dari bulan sebelumnya 37.2% (YoY). Selain itu pelaku pasar juga masih dalam posisi wait and see terhadap keputusn BI atas BI 7 Days RR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, indeks utama AS ditutup dengan kenaikan tipis pada akhir pekan kemarin (22/09). Indeks Nasdaq hanya naik 0,07% ke level 6.426.92. Dow Jones turun 0,04% ke level 22.349.59. dan S&P terangkat 0.06% ke level 2,502.22.
Kembali memanasnya ketegangan geopolitik AS membuat pelaku pasar cenderung wait and see dan mengalihakan portofolionya ke dalam aset safe haven, dimana emas mengalami kenaikan sebesar 0.48% menjadi US$ 1,297.40 per troy once.
Saat ini Korea Utara akan melakukan uji coba bom hydrogen di atas samudra pasifik menanggapi ancaman Presiden Trump yang akan menghancurkan Negara Tertutup tersebut.
Adapun positifnya data ekonomi AS yang kemarin rilis, dimana indeks manufaktur AS bulan September berada di level 55.1 atau lebih tinggi dari bulan sebelumnya 52.8 , belum mampu menjadi katalis penggerak indeks JCI Prediction.
Kami perkirakan hari ini IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terbatas. Kami melihat ada potensi koreksi wajar untuk pergerakan IHSG. Secara teknikal stochastic sudah berada di area overbought dengan RSI bullish. Kami perkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 5,885-5,930. (mkj/mkj)











































