Follow detikFinance
Kamis 28 Sep 2017, 08:51 WIB

OSO Securities: IHSG Bergerak Terbatas, Cenderung Melemah

OSO Securities - detikFinance
OSO Securities: IHSG Bergerak Terbatas, Cenderung Melemah Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Akhir perdagangan kemarin (27/09), IHSG ditutup melemah 0.02% ke level 5,863.027. Mayoritas indeks sektoral berakhir dalam teritori negatif, Sektor pertambangan dan industri dasar memimpin penurunan masing-masing sebesar 2.21% dan 0.58%. Berikut beberapa saham yang menjadi pemberat indeks di antaranya: BBRI, BBNI, UNTR, SMGR, dan PTBA.

Terbatasnya pergerakan IHSG salah satunya disebabkan oleh minimnya sentimen positif dari dalam negeri serta munculnya kekhawatiran pelaku pasar tehadap kenaikan suku bunga The Fed pada akhir tahun ini seiring dengan pernyataan Gubernur The Fed Janet Yellen yang hawkish. Berdasarkan konsesus menurut CME Group potensi kenaikan suku bunga The Fed sudah berada diatas 75%. Selain itu, penurunan yang terjadi pada sejumlah harga komoditas seperti Nikel, Gold, dan Copper juga turut menjadi sentimen negatif pada sektor pertambangan, dimana sektor tersebut terkoreksi sebesar 2.21%.

Adapun Pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih senilai Rp.9,014 miliar. Nilai tukar Rupiah terdepresiasi 0.02% di level Rp 13,445.

Sementara itu, indeks utama bursa AS kompak ditutup menguat pada perdagangan semalam (27/09). Nasdaq naik signifikan 1.15% ke level 6,453.26. Dow Jones naik 0.25% ke level 22,341.05. dan S&P terangkat 0.41% ke level 2,507.14.

Penguatan tersebut salah satunya didorong oleh optimisme pelaku pasar akan pertumbuhan ekonomi serta adanya langkah baru AS untuk menghentikan Korea Utara dalam programnya melakukan uji coba nuklir.

Pelaku pasar optimis dengan rilisnya data Durable Goods orders AS bulan Agustus menjadi 1.7% (MoM), dimana angka ini berada diatas ekspektasi pelaku pasar sebesar 1%. Pesanan akan barang modal utama AS menunjukkan kekuatan ekonomi yang besar sehingga mampu mendorong potensi kenaikan suku bunga The Fed dibulan Desember menjadi 80%.


Adapun dari ketegangan geopolitik AS, Departemen Keuangan Amerika mengumumkan akan memblokir delapan Bank yang ada di Korea Utara guna membatasi pendanaan program senjata nuklir Negara tersebut. Selain itu, Juru bicara gedung Putih Sarah Huckabee Sanders membantah adanya deklarasi Perang dari AS untuk melawan Korea utara serta memperingatkan Korea Utara untuk menghentikan aksi provokasi tersebut. Bantahan itu akhirnya mampu menenangkan kekhawatiran pelaku pasar dan mendorong laju kenaikan indeks bursa AS.

Sementara itu dari pasar komoditas khususnya minyak mentah mengalami penurunan harga sebesar 0.02% merespons dari adanya pernyataan kemenangan pemimpin Kurdistan dalam referendum kemerdekaan.

Kami perkirakan hari ini IHSG bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah. Secara teknikal, RSI dan stochastic masih bergerak bearish. Kami perkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 5.831-5.875. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed