Pelaku pasar mengamati rilisnya data neraca perdagangan bulan Oktober yang surplus sebesar US$ 900 juta atau turun 49,43% dibanding bulan sebelumnya yang surplus sebesar US$ 1,78 miliar.
Nilai ekspor dan impor dilaporkan tumbuh 3,62% (MoM) dan 11,04% (MoM) atau sebesar US$ 15,09 miliar dan US$ 14,19 miliar. Peningkatan nilai impor inline terhadap meningkatnya impor komoditas nonmigas diantaranya golongan besi dan baja, dimana masing-masing di impor dari Tiongkok dan Jepang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Global Market
Sementara itu, indeks utama AS ditutup dalam zona merah pada perdagangan semalam (15/11). Dow Jones turun 0.59% ke level 23.271,28, S&P tertekan 0,55% ke level 2.564,62, dan Nasdaq melemah 0,47% ke level 6.706.21.
Ketidakpastian mengenai reformasi pajak hingga saat ini menjadi salah satu pemberat indeks AS semalam. Dimana mayoritas saham blue chip dan sembilan dari sebelas sektor di S&P berada dalam teritori negatif.
Senator Republik AS Ron Johnson menentang usulan partainya dan mengkritik proposal rancangan reformasi pajak yang dianggap kurang tepat. Pelaku pasar khawatir akan adanya revisi dan perombakan rencana pajak yang semakin tidak jelas.
Sementara dari pasar komoditas, harga minyak mentah terkoreksi 2,45% ke level US$ 55,33 perbarel. Hal ini menjadi salah satu tekanan pada sektor energi semalam.
Prediksi
IHSG sudah menyentuh support harmonic di fibonacci retracement rasio 61,8%. Stochastic, RSI bergerak berada di area oversold dan MACD line masih bergerak positif serta trend volume meningkat. IHSG Hari ini diperkirakan berpeluang teknikal rebound dengan penguatan di kisaran 5.965 - 6.008. (mkj/mkj)











































