Terbatasnya pergerakan indeks awal pekan ini dikarenakan masih minimnya sentimen positif dari dalam negeri. Selain itu pergerakan IHSG juga sejalan dengan penurunan bursa saham Asia, di mana indeks Sanghai dan TWSE memimpin pelemahan masing-masing sebesar 0,94% dan 0,95%.
Pelaku pasar asing membukukan aksi beli bersih (netbuy) senilai Rp 245,77 miliar. Nilai tukar Rupiah terdepresiasi sebesar 0,03% ke level Rp 13.508.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun perbaikan ini juga membuat komoditas minyak mentah terkoreksi sebesar - 1.75% ke level USD 57.84 per barel. Pelaku pasar sedang mengamati persidangan Komite senat AS dalam pencalonan Jerome Powell menggantikan posisi Janet Yellen.
Selain itu adanya ketidakpastian reformasi pajak yang terus berlanjut dimana partai republik hingga kini belum memberikan kepastiannya turut menjadi salah satu sentimen negatif.
Beberapa data ekonomi AS yang rilis diantaranya: New home sales bulan Oktober 0,68 juta sedikit lebih tinggi dibanding sebelumnya sebesar 0,65 juta, Dallas Fed Manufacturing indeks di level 19,4 turun dari sebelumnya di level 24
IHSG Secara teknikal menguji level support classic 6.035. Stochastic bergerak flat di rasio 68%, RSI bergerak bearish dan MACD line bergerak bearish dengan trend volume turun. IHSG diperkirakan melemah di kisaran 6.015-6.079. (mkj/mkj)











































