Follow detikFinance
Jumat 29 Dec 2017, 08:54 WIB

OSO Securities: IHSG Diprediksi Menguat Lagi

OSO Securities - detikFinance
OSO Securities: IHSG Diprediksi Menguat Lagi Foto: Dana Aditiasari-detikFinance
Jakarta - Pada hari Kamis (28/12), IHSG berhasil mencetak rekor penutupan tertinggi baru di atas level 6,300. Tujuh dari sepuluh indeks sektoral berakhir dalam teritori positif, di mana sektor keuangan dan infrastruktur memimpin kenaikan masing-masing sebesar 1.04% dan 1.41%.

Saham-saham yang menjadi penggerak indeks yakni: BBCA, TLKM, BBRI, dan BDMN Pergerakan indeks selama dua hari (27-28 Des) pekan ini mayoritas didominasi oleh sektor keuangan dengan penguatan sebesar 4.30%.

Penguatan ini terjadi seiring window dressing jelang penutupan akhir tahun. Adapun window dressing tersebut ialah strategi yang digunakan untuk meningkatkan performa portofolio, salah satunya dengan melakukan aksi beli terhadap saham-saham yang memang memiliki fundamental kuat seperti sektor perbankan diantaranya BBRI, BBCA, dan BBNI.

Pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih (netsell) senilai Rp 572.98 miliar. Nilai tukar Rupiah terapresiasi sebesar 0.03% ke level Rp 13,557.

Sementara itu, indeks utama bursa Wall Street kompak ditutup dalam teritori positif pada perdagangan semalam (28/12). Indeks Dow Jones menguat 0.26% ke level 24,837.51, S&P naik 0.18% ke level 2,687.54, dan Nasdaq terangkat 0.16% ke level 6,950.16.

Hampir seluruh Indeks sektoral S&P berada dalam zona hijau, di mana sepuluh dari sebelas indeks menguat serta dipimpin oleh sektor keuangan yang naik 0.4%.

Selain itu, penguatan yang terjadi pada Indeks juga dikarenakan rilisnya data Chicago PMI bulan Desember di level 67.6 lebih tinggi dibanding sebelumnya di level 63.9, serta rilisnya data klaim pengangguran per 23 Desember sebanyak 245 ribu atau berhasil bertahan dengan jumlah yang sama seperti sebelumnya ditengah musim liburan natal dan tahun baru yang biasanya cenderung lebih tinggi.

Indeks Dow Jones sejak awal tahun hingga menjelang satu hari perdagangan terakhir, berhasil menembus rekor sebanyak 71 kali di tahun ini atau lebih sering dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 69 kali.

IHSG terus mencetak rekor tertinggi baru (All time high) ke level 6,314.05 (+0.59%). IHSG sepanjang perdagangan bergerak mixed di kisaran level 6,260-6,297, kemudian ditutup gap up dari level 6,287 ke level penutupan 6,314.

Faktor terjadi gap up karena ada akumulasi beli di akhir perdagangan. RSI dan Stochastic bergerak di area overbought dengan volume turun. IHSG berpeluang menuju terget ke resistance harmonic di fibonacci 261.8% level 6,339. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 6,227-6,339. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed