Pada perdagangan akhir pekan (05/01), IHSG ditutup menguat 0.98% ke level 6,353.73. Sembilan dari sepuluh indeks sektoral berakhir dalam teritori positif, di mana sektor pertambangan dan barang konsumsi memimpin penguatan masing-masing sebesar 3.01% dan 1.71%. Sektor pertambangan melanjutkan kenaikan signifikan dikarenakan konflik Iran yang belum menunjukkan perdamaian.
Selain itu, penguatan pada IHSG inline dengan perkiraan Bank Indonesia terkait Cadangan devisa bulan Desember senilai USD 130 miliar lebih tinggi dibanding cadangan devisa aktual bulan November yang senilai USD 125.97 miliar. Adapun Bank Indonesia juga menyebutkan perkiraan tersebut berasal dari penerbitan global bond pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
dibanding bulan sebelumnya. Pelaku pasar asing membukukan aksi beli bersih (netbuy) senilai Rp 361.39 miliar. Nilai tukar Rupiah terapresiasi sebesar 0.04% ke level Rp 13.416.
Sementara itu, indeks utama bursa Wall Street ditutup dalam teritori positif pada akhir pekan kemarin (05/01). Indeks Dow Jones menguat 0.88% ke level 25,295.87, S&P naik 0.70% ke level 2,743.15 dan Nasdaq terangkat 0.83% ke level 7,136.56. Penguatan pada indeks utama AS inline dengan tingkat pengangguran AS yang tetap stabil di level 4.1% dengan tunjangan yang meningkat 2.5% dibanding tahun 2016.
Berikut beberapa rilis data ekonomi pada akhir pekan kemarin:
Balance of trade bulan November defisit senilai US$ 50.5 miliar lebih besar dibanding defisit sebelumnya yang senilai USD 48.9 miliar, ISM non-manufacturing business activity di level 57.3 turun dari periode sebelumnya di level 61.4, serta data tenaga kerja Nonfarm payrolls bulan Desember sebanyak 148.000 pekerjaan lebih rendah dari bulan sebelumnya yang sebanyak 252.000 pekerjaan.
(zlf/zlf)











































