Hingga perdagangan 17 Januari 2018, IHSG telah berhasil menembus rekor penutupan tertinggi barunya sebanyak empat kali di awal tahun ini. Adapun penguatan tersebut inline dengan optimisme pasar terkait pertumbuhan ekonomi di tahun 2018.
Selain itu, stabilnya sistem fiskal yang didukung oleh fundamental domestik yang cukup terkendali menjadi salah satu sentimen positif bagi penguatan indeks.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaku pasar asing membukukan aksi beli bersih (netbuy) senilai Rp 111.80 miliar. Nilai tukar Rupiah terdepresiasi sebesar 0.16% ke level Rp 13,359.
Sementara itu, indeks utama bursa Wall Street ditutup dengan rekor penutupan tertinggi barunya pada perdagangan semalam (17/01).
Indeks Dow Jones terangkat 1.25% ke level 26,116.029, S&P500 menguat 0.94% ke level 2,802.610 dan Nasdaq naik 1.03% ke level 7,298.280.
Penguatan tersebut inline dengan optimisme pasar terkait rilisnya laporan keuangan kuartal IV-2017, dimana 28 dari 36 emiten yang telah melaporkan keuangannya berhasil membukukan pendapatan yang di atas ekspektasi. Hal ini terjadi seiring penurunan pajak yang juga diharapkan mampu meningkatkan laba
di masa yang akan datang.
Selain itu, sentimen positif lainnya datang dari pernyataan Presiden Trump yang menyatakan bahwa Olimpiade Musim Dingin yang akan diadakan di Korea Selatan bulan depan dapat menjadi tahap awal dalam membantu meredakan krisis.
IHSG kembali ditutup menguat sebesar 0.23% ke level 6,444.52. IHSG telah menyentuh target resistance classic terdekat di level 6,445.52. Kami perkirakan IHSG mampu break out resistance dilihat dari indikator RSI masih strong, Stochastic bullish dan MACD masih positif serta volume meningkat.
IHSG diperkirakan bergerak menguat di kisaran 6,429 - 6,479. (zlf/zlf)











































