Penguatan indeks terjadi seiring adanya teknikal rebound pada saham TLKM yang menguat signifikan sebesar 4.5%, dimana TLKM masuk dalam lima market capitalization terbesar di Bursa Efek Indonesia.
Pelaku pasar asing membukukan aksi beli bersih senilai Rp 694.72 miliar. Nilai tukar Rupiah terdepresiasi sebesar0.13% ke level Rp 13.306.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Naiknya perkiraan pendapatan kuartal-IV 2017 dari perusahaan-perusahaan dalam indeks S&P500 yang mencapai 13.2% atau lebih tinggi dari sebelumnya, menjadi salah satu sentimen positif pergerakan indeks. Adapun perkiraan tersebut nampaknya mampu mengalihkan fokus pelaku pasar terhadap rilisnya data ekonomi AS yang menunjukkan perlambatan.
Data GDP growth rate kuartal IV sebesar 2.6% (QoQ) melambat dari sebelumnya sebesar 3.2% (QoQ) serta data neraca perdagangan bulan Desember defisit senilai USD 71.6 miliar lebih besar dibandingkan defisit bulan sebelumnya senilai USD 70 miliar.
Sementara itu, indeks Dollar melemah sebesar 0.33% ke level 89.1 dikarenakan komentar dari Menteri keuangan AS yang mengharapkan pelemahan Dollar guna peningkatan neraca perdagangan AS. Pelemahan Dollar kemudian direspon positif bagi komoditas emas dan minyak mentah yang masing-masing menguat 0.23% dan 1.61%.
IHSG kembali ditutup rekor (all time high) dengan menguat sebesar 0.68% ke level 6,660.62. Stochastic konsolidasi di area overbought dan MACD histogram masih bergerak positif dengan volume turun. Kami diperkirakan IHSG bergerak melemah di kisaran 6,587 - 6,671. (zlf/zlf)











































