Rilisnya data current account yang defisit beberapa waktu lalu, nampaknya tidak menyurutkan optimisme pasar untuk melakukan aksi beli pada perdagangan kemarin. Pasca IHSG terkoreksi di akhir pekan lalu, pasar melakukan momentum buy dikarenakan kondisi pasar yang dinilai murah, di mana hal ini kemudian mendorong indeks ke zona hijau.
Selain itu, penguatan indeks juga dikarenakan optimisme pelaku pasar menantikan rilisnya keputusan Bank Indonesia terkait kebijakan suku bunga 7Days RR. Pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih senilai Rp 582.6 miliar. Nilai tukar Rupiah terdepresiasi sebesar 0,08% ke level Rp 13,639.00
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penguatan indeks terjadi seiring meredanya kekhawatiran pasar terkait ketidakstabilan politik AS serta beberapa faktor lainnya. Pasar merespon positif terkait proposal anggaran Presiden Trump tahun 2019 yang dinilai dapat mendorong perbaikan infrastruktur di AS, di mana anggaran tersebut mencakup USD 200 miliar untuk infrastruktur, USD 23 miliar untuk keamanan, dan USD 716 miliar untuk militer.
IHSG ditutup menguat sebesar 0.3% ke level 6,523. IHSG berada di area support harmonic di fibonaccci retracement 38.2% dengan candle bullish. Stochastic golden cross, RSI kembali bullish serta volume meningkat. IHSG diperkirakan kembali menguat dengan pergerakan di kisaran 6,483 - 6,575. (zlf/zlf)











































