Kenaikan yang terjadi pada indeks dikarenakan teknikal rebound di mana sebelumnya selama empat kali berturut - turut IHSG ditutup dalam zona merah.
Selain itu, sentimen positif lain datang dari lembaga pemeringkat Rating and Information, Inc (R&I) yang menaikkan Sovereign Credit Rating (SCR) Indonesia dari BBB-/Outlook Positif menjadi BBB/Outlook Stabil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, indeks utama bursa Wall Street ditutup menguat pada perdagangan semalam. Dow Jones naik 0.38% ke level 24,895.21 , S&P menguat 0,45%% ke level 2,738.97, dan Nasdaq terangkat 0.42% ke level 7,427.95.
Penguatan tersebut terjadi di tengah penerapan tarif pajak atas baja dan alumunium masing-masing sebesar 25% dan 10%. Pelaku pasar merespon positif terkait pernyataan trump yang akan memberikan kemudahan tarif pajak pada beberapa negara yang dirasa tidak melakukan kecurangan
terhadap AS.
Hal ini kemudian menjadi salah satu sentimen positif atas penguatan indeks MSCI di seluruh dunia sebesar 0.45% dan indeks FTSEurofirs naik 1.20%.
Sementara itu, Dollar mengalami penguatan sehingga menekan pergerakan emas yang kemudian melemah 0.4% di level US$ 1.320.67 per ounce.
IHSG ditutup teknikal rebound dengan menguat sebesar 1.2% ke level 6,443. IHSG masih bergerak di area inside bar candle dan terjadi false break down support. Stochastic golden cross, RSI kembali bullish dan MACD histogram masih negatif dengan volume turun. IHSG diperkirakan kembali menguat terbatas dengan pergerakan di kisaran 6,346 - 6,491. (zul/zul)











































