Penurunan pada indeks salah satunya dikarenakan rilisnya data neraca perdagangan bulan Februari 2018 yang defisit senilai USD 0,12 miliar.
Adapun defisit tersebut lebih disebabkan nilai Impor yang lebih tinggi sebesar 25,18% dari nilai Ekspor yang hanya sebesar 11,76%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rp 13,749.
Sementara itu indeks utama bursa Wall Street ditutup mixed dengan mayoritas melemah pada perdagangan semalam (15/03). Indeks S&P turun 0.08% ke level 2,747.33, dan Nasdaq tertekan 0.20$% ke level 7,481.74. Sedangkan indeks Dow Jones berhasil menguat diantara indeks lainnya sebesar 0.47% ke level 24,873.66.
Penurunan pada mayoritas indeks tersebut terjadi dikarenakan adanya antisipasi pelaku pasar terhadap ketidakstabilan politik AS, dimana kemudian pelaku pasar mengalihkan aset beresikonya ke dalam obligasi pemerintah atau safe heaven.
IHSG kembali ditutup melemah sebesar 1% ke level 6,321 dengan candle bearish. IHSG breakdown level support 6,346 dengan indikator RSI melemah, Stochastic bearish dan MACD histogram masih bergerak negatif dengan tekanan volume masih meningkat.
Kami perkirakan IHSG kembali bergerak melemah di kisaran 6,280-6,340. (dna/dna)










































