Penurunan yang terjadi pada indeks dikarenakan minimnya sentimen positif dari dalam negeri.
Selain itu, pelemahan IHSG disebabkan kekhawariean para pelaku pasar setelah lembaga pemeringkat Fitch Ratings memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2018 hanya akan mencapai 5,3% lebih rendah dari target pemerintah sebesar 5,4% Pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih (netsell) sebesar Rp 1,031.30 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu indeks utama bursa Wall Street ditutup dalam teritori positif pada perdagangan akhir pekan kemarin (16/03). Indeks Dow Jones menguat 0.29% ke level 24,946.51, S&P naik 0.17% ke level 2,752.01, dan Nasdaq terangkat 0.02% ke level 7,483.13.
Penguatan tersebut terjadi seiring dengan optimisme pelaku pasar terkait pertumbuhan industri AS yang semakin membaik, dimana data Manufaktur Production bulan Februari yang tumbuh sebesar 2.5% (yoy) lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang sebesar 1.6% (yoy).
IHSG ditutup melemah sebesar 0.27% ke level 6,304.95. Adapun, IHSG sudah menyentuh support dan membentuk pola candle hammer. Stochastic berpeluang golden cross, RSI oversold dan MACD histogram masih negatif serta volume turun. Kami perkirakan IHSG teknikal rebound dengan menguat terbatas di kisaran 6,282 - 6,372 (dna/dna)











































