Follow detikFinance
Selasa, 20 Mar 2018 22:00 WIB

Berburu Saham Murah di Kala IHSG Merana

Ellen May - detikFinance
Foto: Dok. Ellen May Foto: Dok. Ellen May
Jakarta - Penurunan saham dan IHSG saat ini pasti membuat banyak trader dan investor kebingungan, termasuk Anda bukan? Sebenarnya apa sih yang harus kita lakukan di kala IHSG sedang merah merona seperti saat ini? Apakah walk away from market? Atau justru mulai mencari saham yang salah harga? Simak ulasannya berikut ini.

Setelah berhasil mencapai level puncak di angka 6.689 pada Februari lalu, IHSG perlahan-lahan terus menurun. Tidak tanggung-tanggung, IHSG telah melemah hingga -5,8%! Hanya dalam waktu 3 pekan saja.

Perlu Anda ketahui, bahwa penurunan IHSG ini sendiri sudah kami antisipasi dalam artikel 8 Maret "IHSG Berusaha Bangkit, Akan kah Ia Bertahan?" dan juga artikel 19 Maret "IHSG Masuki Fase Bearish, How Low You Can Go?"

Berburu Saham Murah di Kala IHSG MeranaFoto: Istimewa (Ellen May)


Hingga siang ini tanggal 20 Maret 2018, IHSG telah berhasil menembus support di level 6250, dan masih berpotensi lanjut turun.

Apakah IHSG berpotensi turun hingga ke level 6.000?

Bisa saja, lantaran saat ini IHSG telah menembus level 6250, dan akan kembali menguji support selanjutnya di level 6079-6000.

Level support ini seharusnya akan menahan kejatuhan IHSG, karena ada MA 50 weekly disitu.
Lalu, apabila level tersebut ditembus, kemanakah IHSG selanjutnya?

Jika IHSG ditembus, dan gagal bertahan, just brace yourself......, karena IHSG akan "going down, down, down, down" to 5500.

Banyak sekali orang-orang yang bertanya-tanya, "apa sih penyebab penurunan IHSG ini?"

Sebenarnya pelemahan ini lebih disebabkan oleh faktor eksternal, yang terus menekan ekonomi Indonesia.

Faktor-faktor ini diantaranya:
1.Kenaikan suku bunga The Fed
2.Penetapan tarif impor baja dan alumunium Donald Trump yang berpotensi memicu perang dagang.

Nah, pertanyaannya sekarang ialah, apa yang harus kita lakukan ditengah kondisi market yang seperti ini?

Untuk saat ini, sebaiknya Anda kurangi frekuensi trading Anda, dan mulai mengincar saham-saham yang salah harga. Terutama saham-saham Blue chip yang mengalami penurunan yang cukup tajam.

Yang pasti, Anda tidak boleh walk away dari market yah. Karena penurunan IHSG seperti saat ini merupakan kesempatan emas yang bisa Anda gunakan untuk memborong saham dengan harga yang murah. So, don't waste it!

Lalu, saham-saham seperti apa yang harus saya perhatikan, yang berpotensi naik tajam ketika IHSG rebound nanti?

Jawabannya ialah saham Blue chip. Namun, tidak sembarang blue chip, saham-saham tersebut juga harus terdaftar di Shares MSCI Indonesia (EIDO). Kenapa harus EIDO?

EIDO merupakan mutual fund berisikan saham-saham di Indonesia yang dikelola oleh Morgan Stanley di bursa Amerika Serikat (AS). Selain itu, saham-saham di EIDO juga merupakan saham terbaik yang biasanya sangat sering dibeli oleh investor asing.

Tentunya Anda juga tidak perlu memperhatikan kinerja keuangan maupun fundamental dari perusahaan ini, karena saham-saham di EIDO sudah pasti memiliki fundamental yang sangat bagus.

Jadi, Anda hanya tinggal memilih dan mengincar saham yang Anda sukai, karena saham-saham ini kedepannya pasti akan terus naik.

So simple bukan?

Saham-saham apa saja yang masuk ke dalam indeks EIDO saat ini?

Hingga 16 Maret 2018, ada 10 saham pilihan yang saat ini menduduki peringkat 10 besar di EIDO, di antaranya:

Berburu Saham Murah di Kala IHSG MeranaFoto: Istimewa (Ellen May)


Ke-10 saham di atas merupakan saham Blue chip terbaik, dengan resiko yang sangat rendah. Yang menjadi masalah sekarang hanyalah, berapakah harga best price untuk membeli saham-saham tersebut? Karena di harga berapa Anda membeli saham tersebut akan sangat mempengaruhi profit Anda.

Lalu, bagaimanakah valuasinya? Berapakah harga yang pas untuk membeli saham tersebut?
Sebagai contoh, kami akan menghitung valuasi saham BBRI, UNVR, INDF dan BBCA. Diharga berapakah saham tersebut tergolong murah?
Berburu Saham Murah di Kala IHSG MeranaFoto: Istimewa (Ellen May)
Berburu Saham Murah di Kala IHSG MeranaFoto: Istimewa (Ellen May)


Berdasarkan perhitungan valuasi di atas, ditemukan bahwa harga valuasi beberapa saham tersebut ialah:

BBRI: Rp 2.939, harga sekarang Rp3.680 (Overvalue)
UNVR: Rp 43.976, harga sekarang Rp50.000 (Overvalue)
INDF: Rp 8.708, harga sekarang Rp7250 (Undervalue)
BBCA: Rp25.668, harga sekarang Rp23.300 (Overvalue)

Jadi, bisa disimpulkan bahwa saham yang saat ini masih undervalue dan masih bisa Anda beli ialah INDF di kisaran harga Rp 7.250.

Sebagai tambahan, Anda juga bisa menggunakan harga valuasi itu, untuk menentukan murah mahalnya suatu saham, ataupun sebagai patokan untuk membeli saham tersebut.

Pada situasi krisis, ada orang yang semakin merana. Namun, ada pula beberapa orang yang justru menjadi semakin kaya. Orang-orang itu adalah orang-orang yang sudah mempersiapkan diri sebelumnya dengan ilmu dan perencanaan yang matang. Jadilah pemenang dalam segala situasi.

Be a winner, not a loser. Prepare yourself!

Apakah pelemahan IHSG yang terjadi saat ini bisa dikategorikan sebagai crash? Simak perbandingan data ekonomi dan pergerakan IHSG saat ini dibandingkan tahun ketika crash. Baca artikelnya di sini. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed