Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 22 Mar 2018 09:06 WIB

Oso Securities: IHSG Diperkirakan Menguat

Oso Securities - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Pada perdagangan hari Rabu (21/03), IHSG ditutup menguat 1.11% ke level 6,312.83. Seluruh indeks sektoral berakhir dalam teritori positif, di mana sektor Perkebunan dan Industri Dasar memimpin kenaikan masing-masing di atas 2%.

Pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih (netsell) sebesar Rp 774.99 miliar. Nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 0.09% ke level Rp 13,761.

Sementara itu indeks utama bursa Wall Street ditutup dalam teritori negatif pada perdagangan Kamis (21/03). Indeks Dow Jones turun 0.18% ke level 24,682.31, S&P tertekan 0.18% ke level 2,711.93, dan Nasdaq melemah 0.26% ke level 7,345.29.

Pasca kenaikan suku bunga The Fed ke level 1.75% semalam nampaknya masih menjadi salah satu pemberat indeks, di mana menyusul keputusan tersebut imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun kembali bergerak mendekati 3% atau telah menyentuh level tertinggi nya yakni 2.93%.

Adanya kenaikan imbal hasil tersebut menunjukkan pelaku pasar kembali mencermati hasil pertemuan atas kenaikan suku bunga tersebut. Sementara itu, pejabat The Fed menyatakan suku bunga tersebut masih membutuhkan kenaikan sebanyak dua kali lagi ditahun ini serta tiga kali di tahun 2019.

IHSG ditutup rebound sebesar 1.1% ke level 6,312. IHSG sudah membentuk swing low setelah menyentuh area support classic dengan indikator Stochastic golden cross, RSI bullish dan MACD histogram bergerak ke arah positif serta volume meningkat tipis. Kami perkirakan IHSG kembali menguat dengan pergerakan di kisaran 6,295 - 6,350. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed