Penurunan pada indeks terjadi pasca adanya rencana kenaikan suku bunga China, di mana pelaku pasar mengambil langkah ntisipasi atas hal tersebut.
Pelaku pasar asing membukukan aksi beli bersih (netbuy) sebesar Rp 127.02 miliar. Nilai tukar rupiah terapresiasi sebesar 0.04% ke level Rp 13,755. Meski demikian adanya netbuy serta nilai tukar Rupiah yang terapresiasi pada perdagangan kemarin, nampaknya belum mampu membawa IHSG ke teritori positif
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penurunan tersebut inline dengan semakin meningkatnya ketegangan antara AS dan China yang saling memprovokasi. Adapun China mengancam akan menargetkan ekspor kedelainya ke AS senilai USD 14 Miliar.
IHSG ditutup turun sebesar 0.9% ke level 6,254 dengan candle bearish. IHSG berbalik melemah setelah menyentuh resistance di level 6,346 dan ditutup break down support low candle. Stochastic kembali melemah, RSI di rasio 33% bergerak flat dan MACD line masih bearish dengan volume meningkat.
"IHSG kami perkirakan bergerak menguat dengan pergerakan di kisaran 6,207 - 6,277," sebut risset Oso (zlf/zlf)











































